KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli, Jaga Pasokan Energi Nasional
- 09 Agt 2026 16:39 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero), disingkat KAI mengangkut 1.570.911 (1,57 juta) ton bahan bakar minyak atau BBM sepanjang Januari hingga Juli 2026, rata-rata sekitar 7.410 ton per hari. Volume tersebut meningkat 4,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 1.510.287 ton, sehingga bertambah 60.624 ton.
Dalam siaran pers, yang dikutip melalui Antara, Minggu 9 Agustus 2026, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan distribusi BBM melalui jaringan kereta api berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah.
"BBM berkaitan langsung dengan ritme kehidupan masyarakat. Melalui layanan berbasis rel, KAI membantu menjaga aliran energi dari pusat pasokan menuju daerah distribusi secara terjadwal," kata Anne, sebagaimana dikutip dari siaran pers.
Laporan Oil Market Report International Energy Agency edisi Juli 2026 mencatat pasokan minyak global masih berada di bawah tingkat sebelum konflik, sementara pasar produk olahan seperti bensin dan diesel tetap ketat.
KAI menganggap kondisi tersebut membuat keandalan jaringan logistik domestik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Dalam layanan angkutan BBM, KAI bersinergi dengan Pertamina Group untuk mendistribusikan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar menggunakan gerbong ketel.
Layanan tersebut menghubungkan pusat pasokan dan terminal BBM dengan sejumlah daerah tujuan distribusi di wilayah Jawa dan Sumatra. Penggunaan kereta api memungkinkan pengangkutan BBM dalam kapasitas besar dalam satu perjalanan dengan jadwal yang terukur.
Anne menilai pola distribusi tersebut dapat membantu menjaga kesinambungan pasokan antardaerah sekaligus membagi beban distribusi logistik dari jalan raya. Peran tersebut terutama relevan untuk pengiriman BBM dalam volume besar dan dilakukan secara berulang.
Selain distribusi BBM, KAI turut mendukung kebijakan energi nasional melalui penyesuaian distribusi Bio Solar dari B40 menjadi B50 sejak Juli 2026. Kebijakan mandatori B50 meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis sumber daya domestik.
"KAI mengambil peran pada sisi transportasi dengan memastikan rangkaian, gerbong ketel, jalur, serta proses operasional berada dalam kondisi andal agar energi dapat sampai ke daerah tujuan secara aman dan tepat waktu," ujar Anne.
Untuk menjaga keselamatan dan keandalan layanan, KAI melakukan pemeriksaan sarana secara berkala. Koordinasi juga diperkuat dalam proses pengisian, perjalanan, dan pembongkaran BBM, dengan pengawasan operasional dilaksanakan sesuai ketentuan keselamatan pengangkutan barang khusus.
KAI menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan Pertamina Group, pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi, memperkuat sistem logistik nasional, serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....