Peran Masyarakat Dukung Penanganan Kebakaran saat Musim Kemarau Tiba
- 04 Agt 2026 18:26 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran sehingga peran masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung penanganan kebakaran. Kolaborasi antara warga dan petugas pemadam kebakaran dinilai mampu mempercepat proses pemadaman sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Kepala Seksi Publikasi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Saefullohh, mengatakan musim kemarau telah memengaruhi peningkatan frekuensi kebakaran di Ibu Kota. "Hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 1.006 kasus kebakaran, dengan 120 kasus di antaranya merupakan kebakaran sampah," ujarnya dalam Dialog Live Kentongan RRI Pro 1 Jakarta, Selasa 4 Agustus 2026
Menurut Saefullohh, suhu panas selama musim kemarau mempercepat proses penyalaan dan penyebaran api sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Ia menjelaskan bahwa panas merupakan salah satu unsur utama yang menyebabkan api mudah menyala dan cepat membesar.
Selain menghadapi api, petugas pemadam kebakaran juga menghadapi berbagai risiko saat menjalankan tugas. "Risiko dimulai sejak perjalanan menuju lokasi, seperti kecelakaan lalu lintas, hingga ancaman saat proses pemadaman seperti terpapar asap, tersengat listrik, tertimpa bangunan, maupun terjatuh saat bekerja di ketinggian," katanya.
Saefullohh mengungkapkan sedikitnya 12 petugas pemadam kebakaran gugur saat bertugas sejak tahun 2000-an. "Kasus yang paling banyak menyebabkan petugas meninggal adalah karena menghirup asap saat proses pemadaman," ucapnya.
Ia menegaskan masyarakat dapat membantu kelancaran proses pemadaman dengan memastikan akses menuju lokasi kebakaran tidak terhalang kendaraan yang parkir sembarangan. Selain itu, warga juga diharapkan memberikan informasi mengenai sumber air, membantu menggelar selang, serta menjaga keselamatan petugas saat bekerja.
"Masyarakat juga harus memberikan keleluasaan kepada petugas untuk bekerja dan tidak menghambat proses pemadaman," ujar Saefullohh. Ia mengingatkan tindakan seperti memarahi petugas atau mengganggu proses evakuasi justru dapat memperlambat penanganan kebakaran.
Saefullohh mengimbau masyarakat segera melaporkan kejadian kebakaran melalui layanan darurat 112 agar petugas dapat bergerak lebih cepat. "Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas tiba di lokasi untuk melakukan penanganan," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan upaya pemadaman dini apabila api masih berukuran kecil dan situasi masih aman untuk ditangani. Menurutnya, masyarakat dapat menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) atau peralatan lain yang sesuai dengan jenis kebakaran sebelum petugas tiba.
Lebih lanjut, Saefullohh mengatakan Gulkarmat terus memperkuat edukasi melalui sosialisasi di tingkat RT dan RW serta pembentukan relawan kebakaran. "Permasalahan kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, mari tingkatkan kewaspadaan, gunakan instalasi listrik yang aman, pastikan kompor gas dalam kondisi baik, segera laporkan kebakaran ke 112, dan lakukan pemadaman dini apabila memungkinkan," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....