Penguatan Mental dan Moral Prajurit Dinilai Penting Hadapi Ancaman Era Digital

  • 24 Jul 2026 07:12 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Ketahanan Mental dan Moral Prajurit Jadi Kunci Hadapi Tantangan Geopolitik dan Era Digital
  • Prajurit Perlu Perkuat Mental dan Moral di Tengah Dinamika Geopolitik
  • Hadapi Perkembangan Geopolitik, Prajurit Dituntut Adaptif dan Berintegritas

RRI.CO.ID. Jakarta - Dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, disertai pesatnya perkembangan teknologi informasi, menuntut setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki ketahanan mental dan moral yang kokoh. Selain profesional dalam menjalankan tugas pertahanan negara, prajurit juga dituntut mampu menyikapi derasnya arus informasi secara bijaksana agar tidak mudah terpengaruh berbagai bentuk ancaman nonmiliter.

Kepala Dinas Bimbingan Mental TNI Angkatan Laut (Kadisbintalal), Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, menegaskan bahwa pembinaan mental menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk prajurit yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi perubahan lingkungan strategis, baik di tingkat nasional maupun global.

Laksamaa Pertama Harun Arrasyid. (Dok : Dinas Penerangan Angkatan Laut)

Menurutnya, tantangan pertahanan saat ini tidak lagi terbatas pada ancaman konvensional. Perkembangan teknologi informasi telah melahirkan berbagai bentuk ancaman baru, mulai dari perang informasi, penyebaran hoaks, propaganda digital, hingga upaya memengaruhi pola pikir masyarakat melalui media sosial. Kondisi tersebut menuntut setiap prajurit memiliki daya tahan mental yang kuat agar tetap fokus pada tugas dan pengabdian kepada bangsa.

"Ketahanan mental dan moral merupakan benteng utama bagi setiap prajurit dalam menghadapi perubahan geopolitik maupun perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat. Prajurit harus mampu menyaring informasi secara cerdas, tidak mudah terprovokasi, serta senantiasa berpedoman pada nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid.

BACA JUGA KPAI: Jalan menuju Ruang Aman bagi Anak Indonesia Masih Penuh Tantangan

Ia menjelaskan, Dinas Bimbingan Mental TNI Angkatan Laut secara berkelanjutan melaksanakan pembinaan mental ideologi, mental rohani, dan mental kejuangan sebagai bagian dari pembangunan karakter prajurit. Pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat keimanan dan nasionalisme, tetapi juga meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

BACA JUGA : Serunya Rekaman Drama Radio "Bendera dari Babe" Bersama Raja Anava

Harun menambahkan, peningkatan literasi digital juga menjadi bagian penting dalam pembinaan mental prajurit. Kemampuan memahami, memilah, dan memverifikasi informasi dinilai sangat diperlukan agar personel TNI AL tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun narasi yang dapat mengganggu soliditas institusi.

BACA JUGA : KPAI Mencatat Sekitar 6.900 Laporan Pelanggaran Hak Anak

Menurutnya, kekuatan pertahanan negara tidak hanya diukur dari kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, loyalitas, disiplin, serta karakter yang kuat.

"Dengan mental yang tangguh dan moral yang kokoh, prajurit akan mampu menjalankan tugas secara profesional, adaptif terhadap perubahan, sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat," katanya.

Melalui pembinaan mental yang dilakukan secara berkesinambungan, TNI Angkatan Laut berkomitmen mencetak prajurit yang siap menghadapi tantangan geopolitik global dan disrupsi teknologi informasi, tanpa meninggalkan jati diri sebagai prajurit yang berlandaskan nilai-nilai luhur keprajuritan dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....