BPW: Anak Merupakan Prioritas Pembangunan untuk Tentukan Masa Depan Indonesia
- 23 Jul 2026 23:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia mengatakan, momentum Hari Anak Nasional (HAN) menjadi pengingat bahwa anak merupakan prioritas pembangunan untuk menentukan arah masa depan Indonesia. Demikian seperti yang disampaikan oleh Presiden Federasi BPW Indonesia, Giwo Rubianto, di Jakarta, pada Kamis 23 Juli 2026.
“Pembangunan manusia harus menjadi prioritas dengan mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai luhur,” ujar Giwo, dilansir dari Antara.
Ia pun menilai bahwa anak perlu menjadi pusat perhatian dalam setiap kebijakan dan pembangunan bangsa. Adapun pernyataan tersebut didasari oleh pengalamannya di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pendidikan, dan pembangunan masyarakat.
“Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan saya bahwa kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh bagaimana kita menyayangi, melindungi, dan mempersiapkan generasi penerus sejak hari ini,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ia turut menyampaikan bahwa Peringatan HAN ke-42 menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya. Hal ini sejalan dengan prinsip Konvensi Hak Anak, yang menegaskan hak setiap anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta dihargai suaranya.
Selain itu, Giwo juga menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman, penuh kasih sayang, penghargaan dan keteladanan yang dimulai dari lingkup keluarga. Bahkan, perhatian dan perlindungan khusus harus diberikan kepada anak-anak dengan kondisi yang rentan. Seperti anak yang mengalami kekerasan, perundungan, eksploitasi, penelantaran, anak berhadapan dengan hukum, maupun anak yang membutuhkan pendampingan khusus.
“Mereka bukan untuk disalahkan, melainkan harus didengar, didampingi, dipulihkan, dan diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh, serta meraih masa depan yang lebih baik, melalui upaya pencegahan kekerasan, penyediaan ruang pengaduan yang aman, pendampingan bagi korban, serta kolaborasi seluruh pihak dalam memastikan perlindungan dan pemenuhan hak anak,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....