Wamenag: Madrasah Harus Jadi Tempat Aman dan Menyenangkan Bagi Anak
- 23 Jul 2026 18:08 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia Romo Muhammad Syafii menegaskan sekolah madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak agar mereka dapat tumbuh dan belajar secara optimal. Penegasan tersebut disampaikan Romo dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026, di MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Romo, kualitas masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh cara masyarakat mengasuh, mendidik, dan melindungi anak-anak sejak sekarang. Karena itu, lingkungan pendidikan harus bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun tekanan psikologis.
“Saya memahami Hari Anak ini adalah hari masa depan Indonesia. Kita ingin membayangkan Indonesia ke depan seperti apa, jawabnya adalah bagaimana hari ini kita mengasuh, mendidik, dan menyayangi anak-anak kita hari ini,” ujarnya.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap perlindungan anak melalui Gerakan Nasional Ruang Ramah Anak dan Nyaman Anak (RANA). Program tersebut bertujuan memastikan anak merasa aman, baik di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.
Menurut Romo, pemerintah tidak ingin anak-anak mengalami trauma akibat perundungan, kekerasan fisik, kekerasan verbal, maupun bentuk kekerasan lainnya yang seharusnya tidak terjadi di lingkungan mereka.
Saat meninjau proses belajar mengajar di MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif, Romo mengaku melihat suasana belajar yang hangat dan menyenangkan. Ia menilai keceriaan para siswa mencerminkan lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Saya merasa bangga dan mengapresiasi. Saya juga melihat kesungguhan guru-gurunya dan merasakan kehangatan anak-anak. Tidak mungkin anak seceria ini kalau suasana pembelajarannya ada hal-hal yang membuat mereka tertekan,” katanya.
Selain itu, ia menilai model pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum Al Azhar Mesir memberikan nilai tambah karena mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Lebih lanjut Romo menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah meluncurkan program Madrasah Ramah Anak dan Pesantren Ramah Anak yang dilengkapi sistem pelaporan apabila terjadi dugaan kekerasan terhadap anak. Program tersebut dijalankan bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kepolisian dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Kita sudah launching untuk madrasah dan ponpes ramah anak. Semua bentuk aplikasi yang memungkinkan anak dengan mudah memberikan kesaksian dan laporan sudah disiapkan, kemudian kami siap menindaklanjutinya secara lintas kementerian dan lembaga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Faizah mengatakan sekolahnya telah menerapkan konsep madrasah ramah anak melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan. Menurutnya, seluruh guru didorong menciptakan suasana belajar yang membuat siswa merasa nyaman selama mengikuti proses pembelajaran.
“Di MTsN 41 kami sudah menyelenggarakan madrasah ramah anak. Anak-anak diajar oleh guru-guru yang menyenangkan. Di kelas juga sudah diterapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan, termasuk lingkungan sekolah yang dirancang mencerminkan madrasah yang menyenangkan bagi anak-anak,” kata Faizah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....