Menteri Wihaji: Semangat GAMAS Adalah Orang Tua Hadir dan Komunikasi Dengan Anak
- 14 Jul 2026 00:00 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji menyebut semangat Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, disingkat GAMAS adalah kehadiran orang tua, terutama ayah dan jalinan komunikasi yang dibangun bersama anak. Hal itu ia sampaikan ketika mengunjungi SLB Negeri 2 Jakarta, Senin 13 Juli 2026.
Bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran baru itu, Wihaji mengunjungi SLB tersebut bersama jajaran dan rombongan dinas terkait. Dalam kunjungan, ia berdialog dengan siswa dan para ayah siswa yang menyempatkan mengantarkan anak mereka.
"Semangat [GAMAS] adalah untuk mengingatkan seluruh orang tua atau ayah-ayah di Indonesia, untuk, tolong, hadir dampingi anak. Kalau kita tidak dampingi maka [hal sekunder lain, misalnya] handphone siap mendampingi mereka," kata Wihaji di lokasi, Senin 13 Juli 2026.
Wihaji menekankan pengasuhan seorang ayah yang mengedapankan komunikasi kepada anak mereka, agar hubungan antara orang tua dan anak berkualitas. Menurutnya, kehadiran ayah tidak hanya dihitung melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi semata.
"Ngobrol sama anak kita supaya kita hadir, bukan hanya punya pikiran melainkan juga punya hati. Kita juga mesti punya empati. Jadi [GAMAS itu] mengingatkan bahwa sempatkan waktu untuk ngobrol sama anak," ujar Wihaji.
Menteri Wihaji mengatakan sekitar 25 persen anak di Indonesia mengalami fatherless atau kehilangan kehadiran sosok ayah dalam pengasuhan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kehadiran ayah memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
"Momen saat mengantar anak sekolah akan diingat selamanya oleh anak, bahwa orang tua saya hadir secara psikologis memperhatikan saya untuk terlibat langsung mengantar anak sekolah," ucap Wihaji.
Ia turut menyoroti kebiasaan anak bermain dengan gawai hingga menyita waktu panjang, antara 8 hingga 10 jam dalam sehari. Bagi anak yang tidak memiliki ayah, orang tua di lingkungan harus aktif terlibat, menggantikan sosok ayah dalam pengasuhan.
Pada hari itu, puluhan orang tua, kebanyakan ayah menyempatkan mengantar anak mereka sekolah di hari pertama tahun ajaran baru, di SLB Negeri 2 Jakarta. Guru menyambut siswa dan orang tua di pintu gerbang sekolah.
Sejumlah orang tua mengaku ingin mendampingi anak mereka, menjalani fase baru pendidikan dan memberikan rasa aman dan percaya diri sejak awal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....