PLN EPI Tawarkan Kontrak Pembelian Biomassa hingga Lima Tahun Bagi Pemasok
- 23 Jul 2026 15:39 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pengembangan ekosistem bioenergi nasional dengan menawarkan skema kontrak pembelian biomassa hingga lima tahun bagi pemasok yang mampu memenuhi standar kualitas dan kontinuitas pasokan. Kebijakan tersebut diharapkan memberi kepastian pasar sekaligus mendorong investasi di sektor biomassa.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan kepastian kontrak menjadi faktor penting dalam membangun rantai pasok biomassa yang sehat dan berkelanjutan. Dengan adanya jaminan pembelian jangka panjang, pelaku usaha memiliki kepastian untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas biomassa yang dipasok ke pembangkit listrik.
“Apabila kualitas biomassa dapat dijaga, baik dari sisi nilai kalor maupun kontinuitas pasokan, PLN EPI dapat memberikan kontrak pembelian hingga lima tahun. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi dan meningkatkan kapasitas produksinya,” ujar Hokkop, saat menjadi pembicara dalam forum AgriWaste to Value di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menjelaskan, PLN EPI menerapkan pengadaan biomassa sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengutamakan kualitas produk. Biomassa yang memiliki nilai kalor lebih tinggi dan dapat dipasok secara konsisten berpeluang memperoleh skema harga yang lebih kompetitif sebagai insentif bagi pemasok.
Menurut Hokkop, kepastian pasar tidak hanya menguntungkan pelaku usaha biomassa, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan ekosistem bioenergi nasional yang melibatkan petani, koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga industri pengolahan biomassa.
“Kami ingin membangun industri biomassa yang sehat. Ekspor tetap menjadi peluang, tetapi pada saat yang sama kebutuhan domestik juga harus terjamin agar transisi energi nasional dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Hokkop menyampaikan, hingga Juni 2026 PLN EPI telah mengimplementasikan pemanfaatan biomassa di 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan realisasi penggunaan mencapai 932.906 ton. Biomassa yang dimanfaatkan berasal dari 16 jenis limbah pertanian dan kehutanan dengan nilai kalor rata-rata mencapai 3.263 kkal per kilogram.
Ke depan, PLN EPI menargetkan penggunaan biomassa mencapai 3,7 juta ton pada 2026 dan meningkat menjadi 10 juta ton pada 2030. Target tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp5,1 triliun, mengurangi emisi hingga 12 juta ton CO₂ ekuivalen per tahun, memanfaatkan sekitar 20 juta ton limbah biomassa setiap tahun, serta menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, PLN EPI terus memperkuat ekosistem biomassa melalui pembangunan jaringan hub dan main hub biomassa, pengembangan fasilitas produksi, digitalisasi rantai pasok, serta kemitraan dengan koperasi, kelompok tani, BUMDes, dan pelaku usaha di berbagai daerah.
Melalui langkah tersebut, PLN EPI menegaskan komitmennya membangun rantai pasok bioenergi yang tangguh guna mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus mempercepat transisi energi bersih, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), pengembangan ekonomi sirkular, serta pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....