Program Budidaya Kambing Perah PLN EPI di Gunungkidul Naik 52 Persen
- 19 Jul 2026 11:27 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Program budidaya kambing perah Peranakan Etawa (PE) yang dijalankan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Energi mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sekitar dua tahun, populasi ternak di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulya, Kalurahan Gombang, meningkat 52 persen, dari 21 ekor menjadi 32 ekor.
Program yang dimulai pada Januari 2024 tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah ternak, tetapi juga mulai memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok peternak serta membangun sistem peternakan terintegrasi berbasis ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor peternakan, pertanian, dan pengembangan biomassa.
Pada tahap awal pelaksanaan, PLN EPI menyalurkan masing-masing 21 ekor kambing Peranakan Etawa kepada Gapoktan Tani Mulya di Kalurahan Gombang dan Gapoktan Asem Mulya di Kalurahan Karangasem. Selain bantuan ternak, perusahaan memberikan pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan budidaya kambing perah, pengelolaan kesehatan ternak, pembuatan pakan fermentasi, pengolahan pupuk organik, hingga pemanfaatan tanaman Indigofera, Kaliandra, dan Jati Putih sebagai sumber pakan ternak dan biomassa.
Pendekatan tersebut dirancang untuk membangun ekosistem peternakan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Seiring perkembangan program, masing-masing kelompok peternak juga mulai memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp1,5 juta dari hasil budidaya kambing PE. Adapun produksi susu kambing saat ini masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak kambing guna mempercepat pengembangbiakan ternak sebelum dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan Program Desa Berdaya Energi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.
“PLN EPI meyakini bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program Desa Berdaya Energi menjadi salah satu upaya kami untuk membangun ekosistem yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui pengembangan peternakan terintegrasi dengan penanaman tanaman biomassa,” ujar Mamit, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurut dia, budidaya kambing Peranakan Etawa tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga membangun rantai nilai yang berkelanjutan. Limbah peternakan dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang digunakan untuk membudidayakan tanaman biomassa seperti Kaliandra dan Indigofera.
“Daun tanaman tersebut kemudian dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak sehingga membentuk siklus produksi yang efisien, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan. Selain itu, susu kambing juga diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan cokelat serta mendukung upaya penanggulangan stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang, Satiman mengatakan program pendampingan yang diberikan PLN EPI telah membawa perubahan positif bagi kelompok tani dan peternak di wilayahnya.
“Program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kami. Kami tidak hanya menerima bantuan kambing etawa, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai cara beternak yang baik, pembuatan pupuk organik, hingga tanaman biomassa seperti Indigofera. Dengan sistem yang saling terintegrasi ini, masyarakat memiliki peluang memperoleh tambahan pendapatan sekaligus mengembangkan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan,” kata Satiman.
Melalui Program Desa Berdaya Energi, PLN EPI menyatakan terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mengembangkan potensi lokal yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....