Budidaya Maggot Bawa Jomblang Tengah Raih Penghargaan Padukuhan Tangguh Iklim

  • 18 Jun 2026 21:55 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan peternakan mengantarkan Padukuhan Jomblang Tengah, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul meraih penghargaan Padukuhan Tangguh Iklim DIY 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026 bertema “Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim” yang berlangsung di Bangsal Kepatihan Yogyakarta. Pemerintah Daerah DIY memberikan penghargaan kepada komunitas dan pegiat lingkungan yang dinilai berkontribusi dalam penguatan ketahanan iklim berbasis masyarakat.

Program pemberdayaan yang didukung melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (PT BAG) bersama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) di Padukuhan Jomblang Tengah mengusung pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan Masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik kemudian dimanfaatkan sebagai pakan maggot BSF. Hasil budidaya maggot digunakan sebagai pakan ayam dan ikan lele, sedangkan residunya diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung budidaya sayuran dan tanaman obat keluarga.

Model pengelolaan tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Keberhasilan penerapan ekonomi sirkular itulah yang menjadi salah satu faktor pendorong Jomblang Tengah meraih penghargaan tingkat provinsi.

“Apa yang dilakukan masyarakat Karangasem menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi solusi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.

Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Riyanta mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh warga yang berkomitmen mengubah pola pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

“Melalui pengolahan sampah organik, budidaya maggot, dan pemanfaatan pupuk organik, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengelola lingkungan secara mandiri sekaligus memperoleh manfaat ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, Tri Susanto, mengatakan keberhasilan yang diraih masyarakat Jomblang Tengah membuktikan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha mampu menghasilkan perubahan nyata.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan yang diterima Bank Sampah Ngupadi Rejeki menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui konsep ekonomi sirkular dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....