Kemnaker Manfaatkan AI untuk Analisis Pasar Kerja dan Pelatihan SDM
- 19 Jul 2026 07:36 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kementerian Ketenagakerjaan mulai memanfaatkan teknologi AI untuk memperkuat analisis pasar kerja dan perencanaan pelatihan yang lebih adaptif dan berbasis data.
- Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menekankan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek dunia kerja dari pembelajaran hingga penyusunan kebijakan publik.
- Pemanfaatan AI dianggap penting untuk meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan dan menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai memperkuat analisis pasar kerja dan perencanaan pelatihan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Langkah ini dilakukan untuk menghasilkan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek dunia kerja, mulai dari proses pembelajaran hingga penyusunan kebijakan publik. Karena itu, pemanfaatan AI dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan.
"Mandat besar Kemnaker adalah memastikan tenaga kerja kita tidak tertinggal. Tantangannya bukan sekadar menyediakan pelatihan, tetapi memastikan pelatihan tersebut relevan dengan perkembangan industri. Di sinilah peran AI menjadi sangat krusial," ujar Cris saat membuka webinar bertema AI untuk Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja & Perencanaan Pelatihan, Jumat 17 Juli 2026.
Menurut Cris, AI dapat dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri secara lebih cepat. Teknologi tersebut juga mampu mengidentifikasi kesenjangan kompetensi, menyusun program pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi. Kesiapan sumber daya manusia, baik aparatur pemerintah maupun tenaga kerja, tetap menjadi faktor utama agar pemanfaatan AI dapat berjalan optimal.
"Mari jadikan AI sebagai mitra strategis untuk meningkatkan layanan publik, memperkuat efektivitas organisasi, dan mendongkrak daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global," kata Cris.
Cris optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi sektor ketenagakerjaan. Jumlah tenaga kerja yang besar, budaya gotong royong, serta meningkatnya kemampuan belajar digital dinilai menjadi modal penting untuk dipadukan dengan pemanfaatan teknologi AI.
Melalui penguatan pemanfaatan AI, Kemnaker berharap kebijakan ketenagakerjaan dan penyelenggaraan pelatihan vokasi dapat semakin tepat sasaran. Upaya ini juga diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang kompetitif dan siap menghadapi perubahan kebutuhan industri di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....