Defensive Cyber Team Memaparkan Kondisi Infrastruktur Digital
- 10 Sep 2026 11:18 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- CYBEREX SGS 2026 Uji Ketangguhan DCT Hadapi Serangan Siber
- DCT CYBEREX SGS 2026 Perkuat Strategi Hadapi Ancaman Siber
- Hadapi Ancaman Siber, DCT CYBEREX SGS 2026 Uji Kecepatan Analisis dan Respons
RRI.CO.ID, Jakarta - Menghadapi ancaman siber tidak cukup hanya dengan mendeteksi serangan. Kemampuan menganalisis pola serangan, mengukur dampaknya, hingga menentukan langkah pemulihan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan infrastruktur digital. Hal tersebut menjadi fokus dalam tahap Capstone Latihan Cyber Exercise (CYBEREX) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Bandung, Rabu 9 September 2026.
Dalam kegiatan ini, masing-masing Defensive Cyber Team (DCT) memaparkan kondisi infrastruktur digital yang menjadi tanggung jawabnya, sekaligus menyampaikan hasil analisis terhadap berbagai serangan siber yang diterima selama latihan.
Setiap Team Lead DCT menjelaskan temuan yang diperoleh tim, mulai dari karakteristik serangan, potensi dampak terhadap sistem, hingga kemungkinan gangguan terhadap keberlangsungan operasional infrastruktur digital.
Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar bagi masing-masing tim untuk menentukan langkah perbaikan dan menyusun strategi penguatan pertahanan siber.
BACA JUGA : STAFFEX SGS 2026 Masuki Tahap Penyusunan Perintah Operasi Gabungan
BACA JUGA : TNI dan Pasukan AS Matangkan Penembakan Target Drone di SGS 2026
BACA JUGA : Marinir Uji Kemampuan Tempur Jarak Dekat dan Raid Malam di SGS 2026
Proses ini menguji kemampuan DCT secara menyeluruh, bukan hanya dalam mendeteksi ancaman, tetapi juga menganalisis, merespons, dan memulihkan sistem setelah terjadi insiden siber.
Dinamika latihan juga mendorong personel untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting agar setiap informasi mengenai serangan dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui CYBEREX SGS 2026, TNI bersama negara-negara peserta latihan menguji kemampuan menghadapi ancaman siber dalam skenario yang terintegrasi. Latihan ini sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan pertahanan siber secara bersama.
Ancaman terhadap infrastruktur digital yang semakin dinamis menuntut kemampuan pertahanan yang tidak hanya kuat, tetapi juga adaptif. Karena itu, pengalaman dan hasil evaluasi selama CYBEREX menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi serangan siber di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....