OJK: Penipuan Digital Terhubung Aktivitas Keuangan Ilegal dan Pencucian Uang

  • 29 Jun 2026 21:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyebut bahwa penipuan digital atau online scam semakin terhubung dengan aktivitas keuangan ilegal, serta tindak pidana pencucian uang. Menurutnya, upaya pencegahan online scams memerlukan respons yang cepat, terintegrasi, dan berbasis intelijen keuangan.

Dicky menjelaskan bahwa karakteristik keuangan digital yang semakin cepat, mudah, dan terbuka membuatnya menarik bagi pelaku kejahatan.

Modusnya pun bervariasi dan melibatkan banyak platform. Adapun beberapa modusnya seperti penawaran investasi palsu, impersonation, phishing, social engineering, account takeover, job scams, e-commerce fraud, serta penyalahgunaan rekening penampung atau money mule.

“Dalam ekosistem keuangan digital, dana hasil kejahatan dapat berpindah dalam hitungan menit melalui berbagaiplatform, rekening penampung, aset virtual, dan transaksi lintas negara. Karena itu, setiap keterlambatan dalam mendeteksi transaksi mencurigakan akan semakin menyulitkan penelusuran aset, pemulihan dana korban, dan pembongkaran jaringan kriminal,” ujar Dicky, dilansir dari Antara, pada Senin 29 Juni 2026.

Untuk itu, OJK bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) memperkuat kerja sama regional dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Penguatan kerja sama tersebut dilakukan melalui Regional Expert Group Meeting on Online Scams bertajuk “Strengthening Financial Intelligence, AML/CFT Regulation, and Law Enforcement Cooperation in Southeast Asia”, pada 29-30 Juni 2026, di Jakarta.

Forum ini mempertemukan regulator sektor keuangan, financial intelligence units, aparat penegak hukum, bank sentral, kejaksaan, lembaga jasa keuangan, anti-scam center, organisasi internasional, serta mitra strategis dari kawasan Asia Tenggara dan sejumlah yurisdiksi mitra.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....