Dorong Mahasiswa Aktif Kelola Sampah, Kampus Bakrie Jadi Pusat Waste Wise Campus

  • 10 Jun 2026 00:07 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah perusahaan dan komunitas lingkungan meluncurkan kampanye “Waste Wise Campus: Dari Kampus untuk Bumi” di Kampus Universitas Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan. Inisiatif tersebut bertujuan mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui edukasi, aksi nyata, dan kolaborasi lintas sektor.

Kampanye yang diluncurkan dalam rangka memperingati World Environment Day 2026 itu merupakan hasil kolaborasi antara Indofood, Nutrifood, Tetra Pak, Sido Muncul, Green Movement Indonesia, dan Universitas Bakrie.

Rangkaian kegiatan diawali dengan talkshow bertema “Membangun Kesadaran dan Kolaborasi Generasi Muda untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan” yang menghadirkan perspektif akademisi, industri, dan komunitas lingkungan. Forum tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan pengelolaan sampah di Indonesia sekaligus mendorong perubahan perilaku melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Mewakili para mitra kolaborator, Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk Andrew Ferdinand Hallatu mengatakan perubahan lingkungan yang berkelanjutan hanya dapat tercipta melalui kontribusi seluruh elemen masyarakat.

“Sebuah perubahan akan dapat tercipta melalui kontribusi nyata setiap elemen dalam sebuah ekosistem. Kampus tidak hanya menjadi tempat lahirnya gagasan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kebiasaan yang dapat memberikan dampak positif,” ujarnya, di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Andrew, kampus memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda sehingga dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang terus mendorong implementasi pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian penting dari sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie Aqil Azizi mengatakan kampus memiliki tanggung jawab untuk menanamkan budaya peduli lingkungan kepada mahasiswa melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Ia menjelaskan kampanye Waste Wise Campus diharapkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan mahasiswa, pelaku industri, dan komunitas dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kampanye tersebut akan menghadirkan sejumlah program partisipatif, antara lain penyediaan Dropbox Sampah Kemasan (DSK) untuk mendukung pemilahan sampah di lingkungan kampus, produksi Waste Wise Podcast yang mengangkat isu lingkungan dari perspektif generasi muda, kompetisi konten digital Waste Wise Insta Challenge, serta permainan edukatif Waste Wise Treasure Hunt yang memperkenalkan pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah.

Founder Green Movement Indonesia, Tasya Kamila, menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dapat menjadi titik awal perubahan yang lebih besar ketika dilakukan secara konsisten dan didukung kolaborasi antara kampus, industri, komunitas, dan masyarakat.

Melalui kampanye Waste Wise Campus, para kolaborator berharap semakin banyak mahasiswa yang terlibat langsung dalam upaya pengurangan sampah dan penerapan ekonomi sirkular. Program tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian lingkungan serta menjadi penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....