Kopijatigota Buka Jalan Mahasiswa Jadi Praktisi Pajak Profesional

  • 05 Jun 2026 18:07 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Komunitas Konsultan Pajak Indonesia Goes to AOTCA (Kopijatigota) meluncurkan program Beasiswa Brevet Pajak Bakti Negeri sebagai upaya membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh kompetensi perpajakan dan meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja. Program beasiswa penuh senilai Rp3,5 juta tersebut ditujukan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia yang ingin mendalami bidang perpajakan secara profesional.

Ketua Kopijatigota Rahmad Adam mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi komunitas konsultan pajak dalam membantu mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang perpajakan. Menurutnya, kebutuhan tenaga yang memahami regulasi dan praktik perpajakan terus meningkat seiring perkembangan dunia usaha dan transformasi sistem perpajakan nasional.

“Kami ingin membuka jalan bagi mahasiswa agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja sejak masih di bangku kuliah. Melalui beasiswa ini, mereka tidak hanya mendapatkan ilmu perpajakan, tetapi juga bekal untuk membangun karier sebagai praktisi pajak profesional, dan ini pertama kali di Indonesia ada bea siswa brevet pajak,” ujar Adam, di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Adam menjelaskan, program yang diselenggarakan bekerja sama dengan Ravatra Academy sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan perpajakan berizin resmi tersebut mendapat sambutan positif dari mahasiswa di berbagai daerah. Hingga menjelang dimulainya kelas perdana, jumlah penerima beasiswa telah mencapai 24 peserta dari kuota yang tersedia sebanyak 30 orang.

Menurutnya, para penerima beasiswa akan mulai mengikuti pembelajaran pada 5 Juni 2026. Kelas brevet pajak tersebut akan dibimbing langsung oleh instruktur yang berasal dari jaringan profesional Kopijatigota, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan praktis berdasarkan pengalaman para konsultan pajak yang sehari-hari berkecimpung di lapangan.

“Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif. Karena itu, para pengajar berasal dari kalangan praktisi dan anggota Kopijatigota yang memiliki pengalaman menangani berbagai persoalan perpajakan. Harapannya, mahasiswa bisa lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan program ini,” katanya.

Menurut Adam, tingginya minat mahasiswa menunjukkan bahwa kompetensi perpajakan semakin dipandang sebagai salah satu keahlian yang memiliki prospek karier menjanjikan. Selain dapat berkarier sebagai konsultan pajak, lulusan program brevet juga memiliki peluang bekerja di perusahaan, kantor akuntan publik, maupun institusi pemerintah yang membutuhkan tenaga dengan pemahaman perpajakan yang memadai.

Peserta yang lolos seleksi berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah Erlina Agustia Panjaitan, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepulauan Riau. Erlina mengaku program tersebut menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kompetensinya di bidang perpajakan sebelum memasuki dunia kerja.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima beasiswa ini. Kesempatan seperti ini tidak selalu datang, apalagi bagi mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu perpajakan tetapi memiliki keterbatasan biaya. Saya berharap ilmu yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karier di bidang perpajakan,” kata Erlina.

Penerima beasiswa lainnya, Resky, mahasiswa Program Studi Akuntansi STIE TDN Makassar, menilai program yang digagas Kopijatigota dapat membantu mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif mengenai perpajakan. Ia mengetahui informasi program tersebut dari dosen di kampusnya dan langsung tertarik untuk mendaftar.

“Menurut saya, program ini sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar perpajakan secara lebih mendalam. Kompetensi seperti ini sangat dibutuhkan di dunia profesional. Saya berharap setelah mengikuti brevet pajak, saya memiliki nilai tambah dan peluang kerja yang lebih luas setelah lulus nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut Adam menilai, antusiasme mahasiswa dari berbagai daerah menjadi sinyal positif bahwa generasi muda semakin sadar pentingnya penguasaan ilmu perpajakan sebagai modal menghadapi persaingan di dunia kerja. Karena itu, Kopijatigota berupaya menghadirkan program yang dapat menjangkau peserta dari berbagai wilayah tanpa terkendala lokasi.

“Kami ingin kesempatan belajar perpajakan tidak hanya dinikmati mahasiswa di kota-kota besar. Melalui kelas daring, mahasiswa dari berbagai daerah memiliki akses yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kariernya,” kata Adam.

Seluruh proses pembelajaran dalam program tersebut dilaksanakan secara daring sehingga memungkinkan mahasiswa dari seluruh Indonesia mengikuti pelatihan tanpa harus datang ke lokasi tertentu. Materi yang diberikan mencakup aspek teori dan praktik perpajakan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mulai dari pemahaman regulasi hingga penerapannya dalam kegiatan usaha.

Adam berharap program Beasiswa Brevet Pajak Bakti Negeri tidak hanya membantu mahasiswa memperoleh sertifikasi kompetensi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi baru praktisi perpajakan yang mampu mendukung peningkatan kepatuhan pajak dan pembangunan ekonomi nasional.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....