BPA Fair 2026 Resmi Ditutup, Hampir Rp1 Triliun Aset Terjual

  • 22 Mei 2026 10:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksanaan Badan Pemulihan Aset (BPA) Fair 2026 resmi ditutup. Pelaksanaan lelang selama empat hari, mulai dari 18 - 21 Mei 2026 mencatatkan performa sangat luar biasa dengan menjaring lebih dari 1.900 pengunjung dan 1.700 peserta lelang.

Dalam pelaksanaannya, total aset terjual sebanyak 300 unit, dengan persentase keberhasilan mencapai 88,64%. Sementara nilai limit aset laku Rp 922.267.070.080 dan nilai kenaikan harga hasil lelang Rp74.758.949.000, sehingga nilai total hasil lelang mencapai Rp 997.479.436.080 atau hampir Rp1 Triliun.

Angka capaian di atas memperlihatkan lonjakan hasil lelang sebesar 481% jika dibandingkan dengan pencapaian lelang bulanan tahun 2026 yang dilaksanakan secara konvensional berskala nasional.

Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanudin mengatakan, perhelatan ini menjadi wujud nyata komitmen Kejaksaan dalam memperkuat tata kelola pemulihan aset negara yang transparan, akuntabel, profesional, serta memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Jaksa Agung menegaskan bahwa tema BPA Fair 2026, yakni "Pemulihan Aset untuk Kesempurnaan Keadilan" mencerminkan pergeseran paradigma penegakan hukum Kejaksaan saat ini.

"Paradigma penegakan hukum Kejaksaan saat ini tidak lagi semata-mata menitikberatkan pada pemidanaan pelaku, tetapi menjadikan pemulihan kerugian negara sebagai tujuan utama. Keberhasilan penegakan hukum tidak cukup diukur dari lamanya hukuman penjara, melainkan dari seberapa besar kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan," ujar Jaksa Agung dalam sambutannya, Kamis, 21 Mei 2026.

Jaksa Agung menyampaikan bahwa seluruh hasil lelang ini nantinya akan diserahkan secara resmi ke kas negara sebagai penerimaan negara yang akan langsung didedikasikan untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kuntadi dalam laporannya menjelaskan bahwa BPA Fair 2026 yang mengusung kolaborasi erat bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berjalan lancar, tertib, aman serta melampaui ekspektasi.

Selain melelang barang rampasan negara, BPA Fair kali ini juga menghadirkan inovasi baru dengan mengangkat karya pelukis berbakat dan instrumen musik sebagai objek lelang bernilai tinggi, memposisikan seni dan musik sebagai aset budaya yang bernilai investasi jangka panjang.

Melihat kesuksesan besar, transparasi yang tinggi dan respons sangat positif dari masyarakat, Kepala BPA berharap kegiatan ini dapat didukung untuk dijadikan sebagai Program Tahunan Badan Pemulihan Aset sebagai salah satu solusi optimalisasi pendapatan negara dan penguat stabilitas fiskal nasional.

Acara penutupan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, Plt. Wakil Jaksa Agung, Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Dr. Rahayu Puspasari, Chief Operating Officer Danantara Donny Oskaria, serta jajaran Direksi Bank Himbara.

BPA Fair 2026 turut didukung oleh mitra strategis yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Pt Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), Pt Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....