Kementerian Ekonomi Kreatif Perkuat Pasar Produk Fotografi
- 14 Mei 2026 17:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong perkembangan industri fotografi nasional dengan memperkuat kapasitas para fotografer serta memperluas pasar produk kreatif lokal. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan subsektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, saat menerima audiensi perwakilan PT Benih Kreasi Indonesia di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, pada Senin 11 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, Irene menilai fotografi bukan hanya sekadar hobi atau dokumentasi visual, tetapi juga bagian penting dari industri kreatif yang mampu membuka peluang ekonomi baru.
“Karena itu, kami akan terus mendukung ruang dan kegiatan kolaborasi yang mampu mengakomodasi komunitas, asosiasi, dan para fotografer agar dapat bergerak bersama membangun ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Irene dalam audiensi bersama PT Benih Kreasi Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, pada Senin 11 Mei 2026.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan fotografer agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, termasuk tantangan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, perlindungan hak cipta karya fotografi perlu diperkuat agar para kreator tetap memiliki nilai ekonomi dan perlindungan hukum atas hasil karya mereka.
Selain penguatan sumber daya manusia, pemerintah juga menaruh perhatian pada perluasan akses pasar bagi fotografer Indonesia. Irene menyebut kolaborasi lintas sektor, promosi, dan peningkatan standar profesional menjadi langkah penting agar karya fotografer lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.
“Hal paling penting adalah bagaimana kita memperbesar pasar dan membuka akses yang lebih luas bagi fotografer Indonesia. Pemerintah ingin subsektor fotografi tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di tingkat internasional,” tambahnya Irene Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, pendiri PT Benih Kreasi Indonesia, Lucia Hartanto, mengatakan Indonesia memiliki banyak talenta fotografi yang potensial. Namun, menurutnya, para kreator membutuhkan dukungan sistem yang mampu membantu mereka berkembang, dikenal publik, hingga memperoleh perlindungan dan akses ekonomi yang lebih luas.
Untuk mendukung hal tersebut, Benih Kreasi Indonesia menggagas penyelenggaraan Indonesia Photography Summit sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, kreator, dan institusi. Acara tersebut direncanakan menghadirkan forum diskusi, lokakarya, bazar, hingga sesi pertemuan profesional guna memperkuat ekosistem fotografi nasional yang lebih sehat dan berkelanjutan.
(Kayla Maiza - Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957 Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....