Bulog dan Nafas Ketahanan Pangan Nasional
- 11 Mei 2026 07:38 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta - Di tengah dinamika ekonomi global, perubahan iklim, hingga tantangan distribusi pangan yang semakin kompleks, kehadiran Perum Bulog tetap menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Selama 59 tahun, Bulog tidak hanya menjalankan fungsi logistik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memastikan masyarakat Indonesia tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan terjangkau.
Bagi sebagian masyarakat, Bulog mungkin identik dengan gudang beras atau operasi pasar. Namun di balik itu, terdapat peran strategis yang jauh lebih besar. Bulog hadir dalam menjaga stabilitas harga pangan, menyerap hasil panen petani, mengelola cadangan beras pemerintah, hingga melakukan intervensi ketika gejolak harga mengancam daya beli masyarakat.
Perjalanan panjang Bulog menjadi bukti bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan fondasi ketahanan bangsa. Dalam situasi krisis, keberadaan cadangan pangan yang dikelola negara menjadi penyangga penting agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan pokok tetap tersedia.
Asmat (61) Ketua Kelompok Tani (Poktan) Maju Bersama Rorotan Jakarta Utara ketika ditemui RRI Jakarta menjelaskan peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan khususnya di Jakarta memberi angina segar bagi Poktan di Jakarta Utara.
Menurut Asmat Bulog telah menjadi mitra bagi petani. Ketika harga gabah jatuh saat panen raya, Bulog hadir menyerap hasil produksi agar petani tetap memperoleh nilai jual yang layak. ‘Peran ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan roda ekonomi pertanian terus bergerak,’ kata Asmat. Sabtu, 9 Mei 2026.
Sementara bagi masyarakat perkotaan, kehadiran Bulog terasa melalui operasi pasar dan distribusi bahan pangan yang membantu menjaga keterjangkauan harga. Dalam kondisi tertentu, langkah cepat Bulog menjadi pengendali agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat.
Tantangan ke depan tentu tidak ringan.
Perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, hingga dinamika geopolitik global menjadi ujian baru bagi sistem pangan nasional. Namun pengalaman hampir enam dekade menjadikan Bulog memiliki fondasi kuat untuk terus beradaptasi dan menjawab kebutuhan zaman.
Memasuki usia ke-59 tahun, Bulog tidak hanya merayakan perjalanan panjang sebuah institusi, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus hadir bagi masyarakat. Sebab menjaga pangan sejatinya adalah menjaga kehidupan, menjaga stabilitas, dan menjaga masa depan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....