Prabowo Setujui Pembangunan Flyover Bekasi demi Keselamatan

  • 28 Apr 2026 12:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi sebagai langkah meningkatkan keselamatan transportasi. Keputusan itu diambil setelah kecelakaan tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.

Persetujuan pembangunan flyover Bekasi tersebut disampaikan saat kunjungan Presiden ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi pada keesokan paginya, Selasa, 28 April 2026. Dalam kunjungan itu, Presiden juga menjenguk korban kecelakaan serta memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Prabowo mengatakan, kondisi Bekasi yang padat serta tingginya kebutuhan transportasi kereta api membuat pembangunan infrastruktur menjadi sangat mendesak. “Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat-sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan presiden,” ujar Prabowo Subianto kepada awak media, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Ia menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang tidak dijaga sebagai faktor risiko kecelakaan. “Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Banyak tidak dijaga. Kita segera akan atasi,” ucapnya.

Presiden juga mengungkapkan terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang membutuhkan penanganan serius. Ia menegaskan pemerintah akan memperbaiki seluruh titik tersebut melalui pembangunan pos jaga maupun flyover.

Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran hampir empat triliun rupiah untuk mendukung peningkatan keselamatan transportasi kereta api. “Kita perhitungkan sekitar hampir empat triliun demi keselamatan dan demi kebutuhan transportasi yang sangat penting,” kata Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menyampaikan belasungkawa atas korban kecelakaan dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik. Ia menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Berdasarkan laporan, kecelakaan melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Selasa pagi, tercatat tujuh korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka serta telah mendapatkan penanganan medis.

Proses investigasi diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk memastikan penyelidikan dilakukan secara objektif. Pemerintah juga berkomitmen mencegah kejadian serupa melalui perbaikan sistem keselamatan perkeretaapian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....