PLN EPI Amankan Pasokan Gas Natuna 111 MMSCFD
- 06 Mar 2026 04:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 10 tahun setelah proyek Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, resmi mencapai keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID). Kepastian tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasokan energi bagi pembangkit listrik, khususnya di wilayah Batam.
Lapangan Mako yang dioperasikan West Natuna Exploration Limited berada di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter. Pengumuman FID dilakukan di kantor SKK Migas di Jakarta pada 5 Maret 2026, yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan sektor energi nasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan persetujuan FID tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan produksi gas nasional.
“Persetujuan FID ini menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam rangka meningkatkan lifting gas nasional,” ujarnya.
Djoko menjelaskan proyek Lapangan Mako telah melalui proses panjang sejak penandatanganan kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) pada 2007, penemuan gas pada 2017, persetujuan Plan of Development (POD) tahun 2019, revisi POD pada 2022, hingga penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) pada 2025. Dengan FID yang telah dicapai, proyek tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2027.
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyambut baik keputusan investasi tersebut karena akan memastikan ketersediaan gas bagi sektor kelistrikan di Batam dan wilayah Sumatra Bagian Tengah.
Menurut Rakhmad, kebutuhan listrik di kawasan tersebut terus meningkat pesat, dengan pertumbuhan mencapai 12–15 persen per tahun. Sementara itu, sebagian besar pembangkit listrik di wilayah tersebut masih bergantung pada gas sebagai sumber energi utama.
“Dengan tercapainya FID ini, target tata waktu pasokan gas dalam PJBG dapat terpenuhi sehingga kebutuhan gas untuk kelistrikan di Batam dan Sumatra Bagian Tengah dapat terjaga,” kata Rakhmad.
Ia menambahkan bahwa pasokan gas dari Natuna menjadi sangat penting untuk menggantikan penurunan produksi gas dari lapangan darat di Sumatra. Karena itu, PLN EPI juga tengah membangun infrastruktur pipa untuk mengalirkan gas dari wilayah tersebut.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menjelaskan pembangunan pipa WNTS–Pemping yang akan menghubungkan Natuna dengan sistem kelistrikan Batam saat ini terus berjalan.
Pipa tersebut sebelumnya telah memulai tahap pembangunan melalui groundbreaking pada 10 Februari 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
“Pipa WNTS–Pemping akan menjadi penghubung penting dalam menyalurkan gas dari wilayah Natuna ke sistem kelistrikan Batam,” ujarnya.
Erma menambahkan, pengembangan infrastruktur gas ini juga sejalan dengan strategi transisi energi nasional yang mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan efisien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....