Workshop Sawit Baik Perkuat Narasi Positif Industri Sawit
- 26 Feb 2026 16:48 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Utara berkomitmen mendorong praktik “Sawit Baik” melalui workshop bertajuk Membangun Narasi Berimbang Media Kelapa Sawit di Wilayah Terdampak Berbasis Mitigasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi narasi positif dan berbasis data di tengah dinamika isu lingkungan dan tata kelola industri.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut dihadiri jurnalis, perwakilan perusahaan, organisasi petani, serta pemangku kepentingan sektor sawit di Sumatera Utara. Fokus utama kegiatan adalah membangun pemberitaan yang objektif dan komprehensif, sekaligus menempatkan industri sawit dalam konteks pembangunan ekonomi dan kesejahteraan petani.
Pimpinan Umum Sawitsetara.co Eko Jaya Siallagan menegaskan bahwa media memiliki posisi sentral dalam membentuk persepsi publik terhadap industri kelapa sawit. Menurutnya, di tengah berbagai sorotan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, media dituntut menghadirkan informasi yang tidak parsial.
“Workshop ini menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama antara media, pemangku kepentingan, dan pelaku industri. Kita ingin memperluas sudut pandang dalam melihat dinamika, tantangan, serta transformasi yang terus berlangsung di sektor kelapa sawit,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menekankan narasi publik mengenai sawit tidak boleh berhenti pada kontroversi semata. Industri, kata dia, terus melakukan mitigasi risiko, perbaikan tata kelola, dan penerapan prinsip keberlanjutan yang perlu diketahui masyarakat luas. Narasi yang utuh dinilai mampu mengurangi kesenjangan informasi yang selama ini memicu kesalahpahaman.
Salah satu topik yang mengemuka dalam workshop adalah konsep zero waste sawit. Konsep tersebut mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya melalui pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang limbah hingga mendekati nol. Pendekatan tersebut dipandang sebagai bagian dari transformasi industri menuju praktik yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Eko menambahkan, pendekatan berbasis mitigasi menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang sehat antara industri dan publik. Dengan penyampaian informasi yang berimbang serta berbasis data, masyarakat diharapkan mampu memahami kompleksitas sektor sawit secara lebih objektif dan proporsional.
Eko juga merinci sejumlah tujuan workshop yang diselenggarakan pada 15–17 Februari 2026 di Hotel Grand Central, Medan, Sumatera Utara. Pertama, mendorong terbentuknya narasi media yang lebih faktual dan konstruktif terkait industri sawit di Sumatera sebagai salah satu sentra utama perkebunan nasional.
Kedua, meningkatkan pemahaman media terhadap praktik tata kelola berkelanjutan yang telah diterapkan pelaku industri. Ketiga, memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam membangun opini publik yang edukatif dan solutif. Keempat, menjembatani komunikasi antara pelaku industri, petani, pemerintah, dan masyarakat guna membangun kepercayaan serta memperkecil kesenjangan informasi.
Dukungan BPDP dan kolaborasi dengan Apkasindo Sumut diapresiasi sebagai bentuk sinergi nyata antara lembaga pengelola dana sawit, organisasi petani, dan insan pers. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan pembangunan sektor kelapa sawit berjalan selaras dengan prinsip transparansi, keberlanjutan, serta kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....