APKASINDO Dorong Petani Sawit Perkuat Kapasitas dari Ancaman Ganoderma
- 18 Jun 2026 21:56 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mendorong petani sawit di Kalimantan Barat untuk memperkuat kapasitas dari ancaman penyakit ganoderma dan serangan kumbang tanduk yang berpotensi menekan produktivitas kebun sawit rakyat.
Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat Medali Emas Manurung mengatakan Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang mulai memberi perhatian serius terhadap pengendalian dua ancaman utama tersebut demi menjaga keberlanjutan sawit rakyat.
Menurutnya, serangan Ganoderma dan kumbang tanduk tidak hanya berdampak pada produktivitas kebun, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesejahteraan petani apabila tidak ditangani sejak dini.
“Kalbar menjadi salah satu daerah yang serius membahas pengendalian Ganoderma dan kumbang tanduk. Ini penting untuk keberlanjutan sawit rakyat ke depan,” ujar Gulat, melalui keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.
Selain pengendalian hama dan penyakit, APKASINDO juga menyoroti pentingnya penguatan posisi petani dalam rantai industri sawit nasional. Organisasi tersebut, kata Gulat, akan terus mengawal kepentingan petani agar memperoleh harga tandan buah segar (TBS) yang lebih berkeadilan.
“Kita ingin petani sawit menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mendapatkan harga yang adil,” katanya.
Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Barat Indra Rustandi mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi agenda utama organisasi di daerah. Menurutnya, regenerasi petani sawit merupakan tantangan yang tidak bisa diabaikan di tengah kebutuhan meningkatkan produktivitas kebun rakyat.
“Kami mendorong perluasan program pendidikan dan beasiswa sawit melalui kerja sama dengan lebih banyak perguruan tinggi dan politeknik di daerah. “Fokus utama kami adalah sumber daya manusia dan regenerasi petani sawit,” ujarnya.
Sebelumnya, APKASINDO menggelar Workshop bertajuk “Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit”. Kegiatan tersebut dihadiri akademisi, praktisi, pelaku industri sawit, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Universitas Tanjungpura, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, GAPKI Kalbar, serta petani sawit dari Sambas, Bengkayang, Sintang, Ketapang, Sanggau, Landak, Melawi, Kayong Utara, hingga Kota Pontianak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....