Budaya Ngopi Gen Z Healing untuk Kesehatan Mental
- 13 Agt 2025 08:05 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Kopi merupakan salah satu minuman paling populer yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai belahan dunia. Budaya kopi di Indonesia telah mengakar kuat ke berbagai kalangan sejak tahun 1990 hingga beberapa tahun terakhir ini.
Dilansir dari laman alomedika.com, Selasa (12/8/2025), konsumsi masyarakat terhadap kopi yang mengalami peningkatan sebesar 72,5% sejak tahun 1990, menjadikan kopi bukan lagi sebagai suatu hal yang langka bagi masyarakat. Peningkatan ini turut mendorong munculnya beragam produk olahan kopi, mulai dari kopi siap minum dalam kemasan hingga menjamurnya kedai kopi modern yang menyasar generasi muda sebagai pasar utama.
Dalam beberapa tahun terakhir, kopi tak hanya menjadi minuman pemacu semangat, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan Gen Z. Budaya ngopi, terutama di kafe atau sambil bekerja di ruang publik, kini dianggap sebagai bagian dari ritual self-care dan healing.
Beberapa remaja dan dewasa muda menyebut bahwa secangkir kopi memberi rasa nyaman dan membantu mereka mengurangi stres atau kecemasan ringan. Namun, benarkah demikian?
Bagi pecinta kopi, aktivitas menikmati kopi di pagi atau sore hari sering kali menjadi momen pribadi yang menenangkan. Mulai dari proses peracikan, aroma khas yang muncul, hingga rasa hangat yang dinikmati perlahan, seluruh pengalaman tersebut mampu menghadirkan rasa tenteram. Kebiasaan ini memberi jeda singkat dari rutinitas yang padat, sekaligus menjadi ruang reflektif untuk menenangkan pikiran dan memperhatikan kondisi emosional diri.
Kafein yang terkandung di dalam kopi menjadi zat stimulan alami yang dapat membantu meningkatkan fokus serta produktivitas tubuh. Selain itu, kafein juga turut merangsang peningkatan neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin, yang berperan dalam menciptakan rasa senang dan kepuasan.
| Baca juga: Zus Coffee dengan Es Kopi Hadir di Jakarta |
Bagi sebagian Gen Z yang kerap begadang demi menyelesaikan tugas atau bersosialisasi, kopi di pagi hari menjadi sumber energi untuk memulai hari. Tak hanya itu, banyak dari mereka menjadikan kedai kopi sebagai ruang untuk bertemu teman, berdiskusi, atau bekerja bersama. Aktivitas sosial semacam ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental, karena dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan menurunkan tingkat kecemasan.
“Bagi saya minum kopi bukan hanya sekadar menghilangkan ngantuk, tapi juga bikin badan jadi rileks. Jadi biasanya saya konsumsi kopi paling engga dua sampai tiga cangkir sehari, bisa sebelum bekerja, saat bekerja, atau setelah bekerja. Kopi udah jadi bagian sehari-hari saya,” ujar Agung, saat ditemui di salah satu kedai kopi Jakarta Timur, (11/8/2025)
Dengan demikian, budaya ngopi memberikan manfaat sosial dan emosional bagi sebagian Gen Z, tetapi penting juga untuk memahami batas konsumsi yang sehat serta tidak menjadikan kopi sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi stress atau tekanan mental. Budaya ngopi perlu diimbangi dengan pola hidup sehat, seperti tidur cukup, menjaga nutrisi, berolahraga, termasuk juga membuka diri terhadap bantuan profesional, sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan mental secara menyeluruh.
(Annisa Sekar Ningrum – Universitas Negeri Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....