AI hingga Robotik Bedah Dorong Perubahan Layanan Rumah Sakit

  • 07 Okt 2026 13:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) mulai bergeser dari sekadar teknologi pendukung menjadi bagian dari operasional pelayanan rumah sakit. Teknologi ini digunakan guna mendeteksi risiko penyakit, mengolah data dalam jumlah besar, mendukung keputusan klinis, hingga meningkatkan efisiensi pelayanan.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Indonesia International Hospital Expo 2026 yang berlangsung 7 hingga 10 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang.

Memasuki penyelenggaraan ke-38, kegiatan ini mempertemukan lebih dari 600 perusahaan dan institusi dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah teknologi yang ditampilkan menunjukkan semakin luasnya penerapan AI dalam layanan kesehatan.

Di antaranya teknologi yang membantu pengoperasian kursi perawatan gigi melalui perintah suara, analisis foto retina untuk membantu mengidentifikasi risiko penyakit kardiovaskular, hingga sistem robotik yang membantu dokter dalam operasi penggantian sendi lutut.

Direktur Marketing dan Finance PT Okta Sejahtera Insani, Yudha Imam Sutedja, mengatakan perkembangan teknologi kesehatan membuat pemanfaatan AI perlu dilihat dari kebutuhan pelayanan rumah sakit, bukan hanya dari sisi kecanggihan teknologi.

“Hospital Expo kami hadirkan sebagai titik temu antara kebutuhan rumah sakit dan perkembangan teknologi kesehatan,” kata Yudha melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu tenaga kesehatan mengolah data dalam jumlah besar, mengenali pola dan risiko lebih dini, serta mengurangi beban pekerjaan administratif.

“Tahun ini, kami melihat semakin kuatnya perkembangan AI, robotik, digital health dan berbagai teknologi yang berpotensi mendukung kualitas pelayanan sekaligus efisiensi rumah sakit,” ujarnya.

Namun, penerapan teknologi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, keamanan data, serta perhatian terhadap keselamatan pasien.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Seminar Nasional PERSI XXII dan Seminar Tahunan Patient Safety XX yang digelar bersamaan dengan Hospital Expo 2026.

Mengangkat tema “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial”, agenda tersebut membahas penerapan AI di rumah sakit, transformasi digital, personalized medicine berbasis AI, ketahanan siber, keselamatan pasien, tata kelola, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia atau PERSI, dr. Bambang Wibowo, mengatakan AI saat ini telah masuk ke berbagai lini pelayanan rumah sakit.

“Kecerdasan artifisial bukan lagi sekadar wacana masa depan, namun kenyataannya saat ini telah masuk ke dalam lini operasional klinis, manajemen data, hingga peningkatan mutu layanan pasien,” katanya.

Bambang menilai transformasi digital perlu diikuti kemampuan rumah sakit untuk beradaptasi dan menjaga ketahanan operasional. “Penerapan teknologi juga harus tetap menempatkan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai bagian utama pelayanan,” ucapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara rumah sakit, tenaga medis, industri alat kesehatan, dan sektor teknologi diperlukan agar inovasi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan.

Hospital Expo telah diselenggarakan sejak 1978 dan menjadi salah satu forum yang mempertemukan rumah sakit, industri teknologi medis, tenaga kesehatan, pemerintah, distributor, serta mitra internasional.

Pada penyelenggaraan 2025, tercatat 629 exhibitor dengan 878 booth dan 51.246 pengunjung selama empat hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....