Depok Perkuat Peran Keluarga guna Percepat Eliminasi HIV
- 21 Agt 2026 09:48 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Depok Perkuat Peran Keluarga guna Percepat Eliminasi HIV
RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya mencapai target Ending AIDS 2030 di Kota Depok membutuhkan penguatan pencegahan dari hulu dengan melibatkan keluarga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai agen perubahan. Hal itu mengemuka dalam Public Policy Dialogue bertema “Membangun Kemitraan Pentahelix melalui Kepemimpinan Tokoh untuk Mempercepat Eliminasi HIV dan Memperkuat Ketahanan Keluarga di Kota Depok” yang digelar Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI) bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dengan dukungan Dinas Kesehatan serta DP3AP2KB Kota Depok.
Forum yang berlangsung di Aula Gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok, Selasa 18 Agustus 2026, mempertemukan pemerintah, DPRD, akademisi, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha, media, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menegaskan pentingnya ruang dialog agar kebijakan kesehatan dan ketahanan keluarga dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta diterjemahkan menjadi program yang memberikan dampak nyata.
Kepala Bapperida Kota Depok, Dadang Wihana, menyampaikan keterbukaan pemerintah daerah untuk membangun kolaborasi dalam menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, pendekatan Pentahelix diperlukan agar pembangunan kesehatan dan keluarga dilakukan secara terpadu, terukur, dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan peran pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan target global 95-95-95 menuju Ending AIDS 2030. Namun, tantangan eliminasi HIV tidak hanya berkaitan dengan layanan klinis, tetapi juga penemuan kasus, stigma, akses layanan, pendanaan berkelanjutan, mobilitas penduduk, serta faktor sosial dan perilaku. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, menilai penguatan pencegahan, penjangkauan, koordinasi lintas sektor, pembiayaan, dan pengurangan stigma masih menjadi bagian penting yang perlu diperkuat.
Direktur YMPAI, Julie Rostina, mengatakan pencegahan HIV perlu dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pendidikan, pengasuhan, perlindungan, pembentukan nilai, dan perilaku anak. Menurutnya, penguatan keluarga, literasi kesehatan, pendidikan kesehatan reproduksi, komunikasi orang tua dengan anak, serta penguatan karakter dapat menjadi bagian strategi pencegahan sebelum seseorang berada dalam situasi berisiko. YMPAI juga melihat tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki modal sosial besar karena dipercaya dan memiliki pengaruh dalam membentuk pemahaman masyarakat.

Pengalaman program YMPAI sejak 2023 menunjukkan penguatan kapasitas tokoh secara berkala dapat membantu menurunkan stigma terhadap HIV dan orang dengan HIV. Tokoh agama Kota Depok sekaligus alumni program, Sunan Hidayat, mengaku kini lebih percaya diri memberikan edukasi mengenai pencegahan HIV kepada komunitas yang didampinginya. Sementara itu, FKM UI mendorong perguruan tinggi berperan sebagai knowledge partner melalui penyediaan bukti ilmiah, penelitian, inovasi, evaluasi program, dan pendampingan masyarakat.
Berangkat dari pengalaman tersebut, YMPAI menggagas “Akademi Tokoh Pembangunan Kesehatan dan Keluarga Kota Depok” sebagai platform pembelajaran berkelanjutan bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat. Akademi tersebut diarahkan untuk membentuk kader pendidik dan pendamping masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan membangun jejaring dan melakukan aksi komunitas. YMPAI berharap kolaborasi tersebut berkembang dari dialogue to action melalui jejaring tokoh, aksi komunitas, dokumentasi praktik baik, pengembangan evidence, dan advokasi kebijakan sehingga upaya eliminasi HIV sekaligus memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....