Tujuh Gejala TBC yang Sering Dikira Keluhan Biasa
- 30 Sep 2026 12:35 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Tuberkulosis atau TBC tidak selalu langsung menunjukkan gejala yang terasa berat sejak awal. Beberapa keluhan seperti mudah lelah, tidak nafsu makan, berkeringat pada malam hari, atau berat badan turun justru bisa dianggap sebagai efek kurang tidur, kelelahan, atau perubahan pola hidup.
Indonesia sendiri masih menghadapi beban TBC yang besar sehingga upaya menemukan kasus secara lebih dini terus dilakukan di masyarakat. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari perkiraan kasus TBC dunia pada 2024 dan menjadi negara dengan jumlah kasus terbesar kedua setelah India.
Salah satu upaya penemuan kasus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan gratis terintegrasi TBC di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur pada Selasa, 29 September 2029. Pemeriksaan tersebut menyasar masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC di lingkungan tersebut sehingga kasus yang belum terdeteksi dapat ditemukan dan segera ditangani.
TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru. Namun, bakteri tersebut juga dapat menyerang organ lain sehingga gejala yang muncul dapat berbeda tergantung bagian tubuh yang terkena.
Kementerian Kesehatan menyebut batuk terus-menerus sebagai salah satu gejala utama TBC. "Gejala utamanya adalah batuk terus-menerus," kata Kementerian Kesehatan menulis penjelasan mengenai gejala tuberkulosis.
Selain batuk, terdapat sejumlah gejala lain yang terkadang dianggap sebagai keluhan kesehatan biasa. Jika muncul bersamaan, terlebih pada orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, gejala tersebut perlu menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Berikut tujuh gejala TBC yang sering dikira keluhan biasa:
1. Nafsu makan menurun
Seseorang yang mengalami TBC dapat mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika tubuh sedang menghadapi infeksi sehingga asupan makanan menjadi berkurang. Penurunan nafsu makan merupakan salah satu gejala TBC selain batuk, demam, penurunan berat badan dan berkeringat pada malam hari, menurut Kementerian Kesehatan.
2. Berat badan menurun tanpa sebab
Berat badan bisa mengalami penurunan ketika seseorang kehilangan nafsu makan dalam waktu tertentu. Pada kasus TBC, penurunan berat badan juga dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami infeksi yang berlangsung cukup lama. Namun, karena berat badan dapat turun akibat berbagai kondisi, gejala ini perlu dilihat bersama keluhan lain dan riwayat paparan TBC yang ada.
3. Berkeringat pada malam hari
Keringat berlebih pada malam hari merupakan salah satu gejala yang dapat muncul pada TBC. Kondisi ini berkaitan dengan adanya respon tubuh terhadap infeksi dan perubahan suhu tubuh, sehingga seseorang dapat berkeringat meskipun tidak sedang melakukan aktivitas fisik.
"Gejala ini dapat terjadi bersamaan dengan demam, penurunan berat badan, lemas atau batuk yang berkepanjangan," kata WHO menulis penjelasannya tentang gejala tuberkulosis.

4. Mudah lelah atau lemas
Infeksi TBC dapat membuat tubuh merasa lemah, mudah lelah dan lesu. Kondisi ini terjadi karena tubuh menggunakan energi untuk melawan infeksi. Keluhan tersebut dapat terlihat seperti kelelahan akibat aktivitas sehari-hari saja. Namun, apabila rasa lemas berlangsung terus-menerus dan muncul bersama gejala lain seperti batuk, demam, penurunan berat badan atau keringat malam, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
5. Demam atau meriang yang berulang
Demam muncul sebagai respon sistem kekebalan tubuh ketika melawan infeksi. Pada TBC, demam atau kering bisa berlangsung dalam waktu lama dan hilang timbul. Kementerian Kesehatan menulis bahwa demam atau meriang berkepanjangan adalah salah satu gejala yang perlu diwaspadai apabila berlangsung lebih dari tiga minggu.
6. Sesak napas atau nyeri dada
Ketika TBC menyerang organ paru-paru, infeksi yang ada dapat mempengaruhi fungsi pernapasan. Kondisi tersebut akhirnya menimbulkan sesak napas atau nyeri di bagian dada, terutama ketika penyakit sudah mempengaruhi jaringan paru-paru.
7. Dahak bercampur darah
Pada kasus TBC, infeksi yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru. Kondisi tersebut menyebabkan batuk disertai dahak bercampur darah atau batuk darah. Namun, batuk darah tidak hanya disebabkan oleh TBC sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
(Nadya Nur Aulia, magang RRI Jakarta berkontribusi menyusun artikel ini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....