Bukan Masuk Angin, Kenali Gejala Perimenopause pada Wanita
- 10 Sep 2026 14:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Perimenopause merupakan fase transisi menuju menopause yang ditandai dengan perubahan kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita. Dikutip dari Antara, pada 9 September 2026, Alvina Olivia selaku Menopause Coaching Specialist dan ahli gizi bersertifikat MNU, mengatakan bahwa perimenopause bisa dimulai sekitar 10 tahun sebelum menopause.
“Perimenopause itu dimulai bisa 10 tahun sebelumnya. Semisal usia kita saat ini 49, berarti itu sudah dimulai pada usia 39. Kita akan merasa tubuh banyak berubah, kita tidak perlu terlalu tua untuk berada di fase perimenopause,” kata Alvina, pada Selasa 8 September 2026.
Pada fase ini, kadar hormon estrogen dapat mengalami perubahan yang cukup drastis. Alvina menggambarkan kondisi tersebut seperti peredam kejut pada kendaraan. Kadar hormon dapat meningkat sangat tinggi, kemudian turun tajam, dan kembali meningkat.
“Ini dikarenakan ada estradiol, satu dari tiga estrogen yang paling dominan, sehingga saat kita ngomong estrogen, itu biasanya kita lagi mengarah ke estradiol. Estradiol itu mengayun secara liar, kadang dia naik atas banget sampe lebih tinggi dari saat kita umur 20-an, terus bisa-bisa minggu depannya anjlok, seanjlok-anjloknya, lalu naik lagi, gila-gilaan bulan depannya,” ujarnya.
Mengutip temuan studi Pan-Asia Menopause (PAM), Alvina mengatakan ada sebanyak 93 persen wanita Indonesia mengeluhkan nyeri atau pegal-pegal pada tubuh dan persendian serta 52 persen mengalami gangguan tidur. Sementara itu, hanya sekitar lima persen wanita yang melaporkan mengalami hot flushes. Menurutnya, keluhan-keluhan tersebut kerap disalahartikan sebagai dampak pertambahan usia, masuk angin, atau kelelahan biasa.
“Tidak ada yang mengajarkan kita (para wanita) kalau gejala itu bagian dari perjalanan menopause, enggak ada yang menyebut itu menopause,” kata Alvina.
Alvina turut menyebutkan gejala lain yang dapat muncul selama perimenopause. Seperti penumpukan lemak di area pinggir perut, kabut otak atau brain fog yang membuat seseorang tiba-tiba lupa ketika hendak melakukan sesuatu, hingga perubahan suasana hati atau mood swing yang ekstrem.
Ia menyarankan wanita yang mulai merasakan perubahan pada tubuh untuk mencatat berbagai gejala yang muncul dan menceritakannya kepada orang-orang terdekat. Langkah tersebut dinilai dapat membantu wanita merasa lebih nyaman dan tenang dalam menghadapi fase perimenopause.
Alvina juga menganjurkan wanita untuk berkonsultasi dengan dokter yang memahami menopause. Menurutnya, dokter perlu mendengarkan perjalanan dan berbagai keluhan pasien secara menyeluruh agar dapat memberikan diagnosis yang tepat.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....