Dokter IDAI Ungkap Tanda Sakit Perut pada Anak yang Perlu Diwaspadai

  • 06 Sep 2026 09:57 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta — Sakit perut merupakan salah satu keluhan yang umum dialami oleh anak-anak. Namun demikian, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K), mengingatkan bahwa orang tua perlu mewaspadai sakit perut pada anak yang memiliki karakteristik tertentu.

“Kita sebagai dokter anak ataupun orang tua harus hati-hati kalau sakit perut itu ada karakteristik-karakteristik yang khusus,” ujarnya, dalam seminar daring IDAI, dilansir dari Antara, pada 4 September 2026.

Himawan menjelaskan bahwa sakit perut pada anak perlu diwaspadai jika mengarah pada gejala usus buntu atau apendisitis akut. Pada anak yang lebih besar, remaja, hingga orang dewasa, gejalanya dapat diawali dengan berkurangnya nafsu makan, lalu terasa nyeri di sekitar bagian tengah perut.

Meski demikian, Himawan menegaskan, gejala usus buntu pada anak tidak selalu mengikuti pola klasik. Keluhan tersebut dapat menyerupai sejumlah kondisi lain, seperti infeksi saluran pencernaan, sembelit, hingga infeksi saluran kemih. Ia juga menambahkan, orang tua perlu memberi perhatian lebih pada sakit perut yang disertai muntah maupun demam.

“Muntah yang muncul setelah sakit perutnya itu ada. Itu juga harus hati-hati. Sakit perut yang disertai demam itu juga harus hati-hati,” kata Himawan.

Selain itu, rasa sakit yang semakin terasa ketika perut disentuh atau ditekan juga perlu diwaspadai. Kondisi tersebut tidak seharusnya langsung dianggap sebagai bentuk anak yang berlebihan dalam merespons rasa sakit.

“Jadi kalau ada tanda-tanda bahaya ini, kita harus waspada bahwa salah satunya usus buntu,” ujar Himawan.

Menurutnya, orang tua perlu membawa anak ke dokter jika keluhan semakin parah, terutama ketika nyeri terasa di bagian kanan bawah perut dan bertambah saat berjalan atau bergerak. Hal yang sama perlu dilakukan jika sakit perut disertai muntah, lemas, maupun merintih karena kesakitan.

(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....