Animo Vasektomi Gratis Tinggi, Kuota DKI 2026 Sudah Habis

  • 14 Sep 2026 13:23 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Minat masyarakat terhadap layanan vasektomi gratis di DKI Jakarta disebut mengalami peningkatan. Tingginya animo tersebut membuat kuota program vasektomi gratis yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tahun 2026 telah habis.

Ketua Subkelompok Layanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Arini Horinisa mengatakan, program vasektomi gratis tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pelayanan kontrasepsi bagi laki-laki.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta memperoleh dana alokasi khusus dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk menyelenggarakan layanan vasektomi secara gratis. Namun, pelaksanaannya dibatasi oleh kuota yang telah ditetapkan untuk masing-masing wilayah.

“Memang dari Pemprov sendiri mendapatkan dana alokasi khusus dari Kementerian Kependudukan atau BKKBN untuk menyelenggarakan vasektomi secara gratis. Cuma memang terdapat kuota, yang masing-masing kota itu juga sudah ada kuotanya masing-masing,” ujar Arini dalam dialog di RRI Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Arini mengakui, animo masyarakat yang ingin mengetahui maupun mengikuti program vasektomi gratis belakangan cukup tinggi. Namun, keterbatasan kuota membuat pendaftaran untuk program tahun 2026 kini telah ditutup.

“Saya akui animonya lumayan cukup tinggi belakangan ini, terutama yang ingin tahu dan ingin coba vasektomi gratis. Cuma memang keterbatasan karena dari pusat pun kami mendapatkan kuota tersendiri. Jadi, tidak banyak kuotanya,” katanya.

Arini menegaskan, kuota vasektomi gratis untuk tahun 2026 saat ini sudah habis. Bagi masyarakat yang masih berminat menjalani vasektomi, dapat menunggu program dengan kuota berikutnya atau memilih layanan secara mandiri.

“Tahun ini saja sudah enggak ada, Mas. Jadi sudah kuota yang untuk tahun 2026 sudah habis,” ujarnya.

Sementara itu, Konselor Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi Pusat Pelayanan Keluarga (Puspa) Jakarta, Riani menjelaskan, vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi bagi laki-laki. Ketertarikan terhadap metode tersebut antara lain dipengaruhi faktor ekonomi maupun jumlah anak yang telah dimiliki keluarga.

Menurut Riani, keputusan menjalani vasektomi perlu dibicarakan secara terbuka antara suami dan istri serta melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan. Hal tersebut penting karena vasektomi pada prinsipnya merupakan metode kontrasepsi permanen, sehingga pasangan perlu benar-benar memahami keputusan yang diambil.

“Komunikasi itu sebenarnya bagus juga, berdiskusi sama suami. Kita kembali lagi, kita edukasi lagi, ini benar-benar kamu mau vasektomi, karena vasektomi ini kalau sudah permanen tidak bisa kembali lagi,” kata Riani.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Konsultasi dapat dilakukan melalui penyuluh KB di tingkat kelurahan, fasilitas kesehatan maupun layanan Puspa Jakarta untuk mendapatkan informasi mengenai prosedur dan pilihan kontrasepsi yang sesuai.

Selain itu, Riani meluruskan anggapan bahwa vasektomi dapat menghilangkan gairah seksual laki-laki. Menurutnya, vasektomi tidak memengaruhi libido maupun hubungan seksual, sehingga masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar sebelum menentukan pilihan kontrasepsi.

DPPAPP DKI Jakarta berharap meningkatnya animo terhadap vasektomi dapat menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan laki-laki dalam program KB. Keluarga berencana dinilai bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi merupakan keputusan bersama pasangan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....