Hari Kontrasepsi Sedunia, DKI Dorong Keluarga Lebih Berkualitas
- 14 Sep 2026 12:44 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Hari Kontrasepsi Sedunia, DKI Dorong Keluarga Lebih Berkualitas
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong masyarakat meningkatkan pemahaman mengenai kontrasepsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas. Kontrasepsi dinilai tidak sekadar bertujuan mencegah kehamilan, tetapi juga membantu pasangan merencanakan kehamilan, jumlah anak, serta jarak kelahiran sesuai kebutuhan keluarga.
Ketua Subkelompok Layanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Arini Horinisa mengatakan, momentum Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan informasi mengenai kontrasepsi kepada masyarakat.
“Kontrasepsi itu bukan hanya tentang mencegah kehamilan saja, tapi juga merupakan salah satu alat bagi pasangan untuk merencanakan keluarganya,” ujar Arini dalam dialog di RRI Jakarta, Senin, 14 September2026.
Menurutnya, perencanaan tersebut mencakup kehamilan, jumlah anak, hingga jarak antara kelahiran anak satu dengan lainnya. Karena itu, perempuan maupun laki-laki perlu mendapatkan informasi yang lengkap dan berasal dari sumber terpercaya agar dapat menentukan pilihan kontrasepsi secara bijak.
Sementara itu, Konselor Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi Pusat Pelayanan Keluarga (Puspa) Jakarta, Riani, menjelaskan terdapat berbagai pilihan metode kontrasepsi, baik hormonal maupun nonhormonal. Metode tersebut antara lain pil, suntik, implan, IUD, kondom, tubektomi, dan vasektomi. Pemilihan metode perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing individu dan keluarga.
Riani menekankan pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menentukan metode kontrasepsi. Hal ini untuk menghindari kekhawatiran yang muncul akibat informasi yang belum tentu benar, termasuk berbagai mitos mengenai efek samping kontrasepsi yang masih beredar di masyarakat.
“Kalau kita untuk memilih sesuatu itu pasti kita harus diusahakan untuk konsultasi. Jadi nanti kalau kita sudah konsultasi, bidan akan mengarahkan jenis-jenis kontrasepsi,” kata Riani.
Dalam momentum Hari Kontrasepsi Sedunia tahun ini, DKI Jakarta juga menggelar pelayanan KB serentak yang berlangsung sejak 7 September hingga 7 Oktober 2026. Masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan informasi, berkonsultasi, maupun menentukan metode kontrasepsi yang sesuai melalui fasilitas pelayanan kesehatan, penyuluh KB, maupun Puspa Jakarta.
Arini menambahkan, keterlibatan laki-laki dalam program keluarga berencana juga penting. Menurutnya, KB bukan semata-mata tanggung jawab perempuan. Pria perlu memahami kesehatan reproduksi dan kontrasepsi agar dapat berperan dalam pengambilan keputusan bersama pasangan.
“Memang penting sekali untuk pria juga memahami dan mengetahui informasi-informasi terkait kesehatan reproduksi dan kontrasepsi itu sendiri. Jadi dia bisa mengambil peran yang benar, dikembalikan dengan kondisi keluarga masing-masing,” ujarnya.
DPPAPP DKI Jakarta juga terus melakukan edukasi melalui penyuluh KB di tingkat kelurahan, kader, media sosial, serta layanan konsultasi Puspa Jakarta. Masyarakat yang masih ragu atau bingung menentukan metode kontrasepsi diimbau tidak mengambil keputusan berdasarkan mitos, melainkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau sumber informasi yang terpercaya.
Arini berharap meningkatnya pemahaman mengenai kontrasepsi dapat mendorong keluarga di Jakarta membuat perencanaan yang lebih baik, sehingga tujuan akhirnya bukan sekadar pengaturan kelahiran, tetapi terciptanya keluarga yang berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....