Cuci Apel dengan Air Mengalir untuk Jaga Kebersihan Buah

  • 14 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Apel memiliki kandungan serat dan merupakan buah praktis untuk dikonsumsi, namun perlu dicuci terlebih dahulu sebelum dimakan untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan residu.
  • Menurut Profesor Darin Detwiler dari Universitas Northeastern, apel dapat terpapar berbagai kotoran dan mikroorganisme selama proses penanaman hingga sampai ke tangan konsumen.
  • Perjalanan apel dari penanaman, pemanenan, pengemasan, pengangkutan, hingga dipajang dan dibeli dapat menyebabkan permukaan apel mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme.

RRI.CO.ID, Jakarta - Apel menjadi salah satu pilihan buah yang praktis untuk dikonsumsi dan memiliki kandungan serat. Namun demikian, sebelum dimakan, apel perlu dicuci terlebih dahulu untuk membantu menghilangkan kotoran, bakteri, serta residu yang menempel pada permukaannya. Dilansir dari Antara, pada Minggu 13 September 2026, Profesor Kebijakan Pangan Universitas Northeastern, Darin Detwiler, mengatakan bahwa apel dapat terpapar berbagai kotoran dan mikroorganisme selama proses penanaman hingga sampai ke tangan konsumen.

“Apel tersebut telah ditanam di luar ruangan, dipanen, dikemas, diangkut, dipajang, dibeli, dan ditangani. Sepanjang perjalanan, permukaannya dapat mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme,” kata Darin.

Ia menjelaskan, mencuci apel dapat membantu mengurangi kotoran dan mikroorganisme yang terdapat di permukaan buah. Meski demikian, proses tersebut tidak dapat membuat apel sepenuhnya steril atau menghilangkan seluruh kemungkinan patogen.

Sementara itu, seorang ahli diet berbasis nabati di Los Angeles, Jackie Newgent, menyarankan masyarakat untuk mencuci apel menggunakan sikat buah dan sayur yang bersih. Apel digosok secara menyeluruh di bawah air dingin yang mengalir sebelum dikeringkan menggunakan handuk atau tisu dapur yang bersih.

Selain itu, Spesialis Program Keamanan Pangan Senior National Environmental Health Association, Melissa Vaccaro, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menggunakan sabun atau deterjen untuk mencuci apel. Menurutnya, penggunaan bahan tersebut justru dapat meninggalkan residu pada buah.

“Buah dan sayur bersifat berpori dan dapat menyerap residu, dan baik Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) maupun Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan untuk tidak menggunakan sabun atau deterjen pada buah dan sayur,” ujar Vaccaro.

Selain mencuci buah, masyarakat juga disarankan menjaga kebersihan tangan, talenan, dan peralatan yang digunakan untuk mengolah makanan. Buah dan sayuran juga perlu dijauhkan dari daging mentah, unggas, serta makanan laut untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

Cara sederhana tersebut penting diterapkan sebagai bagian dari kebiasaan menjaga keamanan pangan. Kebiasaan ini perlu dilakukan sebelum mengonsumsi buah dan sayuran sehari-hari.

(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....