Waspada Dampak Abu Vulkanik Krakatau bagi Kulit Sensitif

  • 08 Sep 2026 09:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Abu vulkanik yang menempel pada permukaan kulit dapat menimbulkan sejumlah gangguan, terutama pada orang dengan kulit sensitif. Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan kulit kering, gatal, perih, kemerahan, hingga dermatitis iritan.

Dilansir dari Antara, pada Senin 7 September 2026, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE, mengatakan bahwa kontak dengan abu vulkanik dalam waktu singkat umumnya tidak menimbulkan gangguan kulit yang berat. Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan segera membersihkan kulit setelah terkena paparan abu.

“Pada kebanyakan orang, kontak singkat dengan abu tidak menyebabkan masalah kulit yang berat,” kata Arini.

Menurutnya, orang dengan kulit sensitif, dermatitis atopik atau eksim, rosacea, serta kondisi skin barrier yang terganggu perlu lebih berhati-hati. Kondisi tersebut dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi ketika terkena abu vulkanik.

Arini mengimbau masyarakat untuk tidak menggosok atau mengusap abu yang masih menempel dalam kondisi kering. Partikel abu vulkanik yang bersifat abrasif dapat menimbulkan gesekan dan memperparah iritasi pada permukaan kulit.

Masyarakat yang terpapar abu vulkanik disarankan untuk segera membilas bagian kulit menggunakan air bersih yang mengalir. Pembersihan dapat dilakukan dengan air sejuk atau suam-suam kuku dan pembersih yang lembut, serta menghindari penggunaan scrub maupun spons kasar.

Untuk membantu menjaga lapisan pelindung kulit, masyarakat dapat menggunakan pelembap sederhana tanpa pewangi. Arini mengatakan penggunaan antibiotik atau kortikosteroid sebagai langkah pencegahan tidak diperlukan, sedangkan obat antiinflamasi topikal sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter apabila iritasi yang terjadi cukup berat.

“Karena itu prinsip terpenting adalah mengurangi kontak langsung dengan abu, terutama ketika konsentrasi abu di udara sedang tinggi. Dampak terhadap saluran napas dan mata umumnya menjadi perhatian utama, tetapi kulit juga dapat mengalami iritasi,” ujar Arini.

(Andini Amelia Wiguna - Mahasiswa Universitas Gunadarma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....