Waspada Konsumsi Minuman Manis Berlebihan Picu Beragam Risiko Kesehatan
- 08 Sep 2026 09:41 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Minuman manis dapat memberikan energi tambahan ketika tubuh membutuhkannya, terutama setelah aktivitas berat atau ketika seseorang tidak sempat makan.
- Konsumsi minuman manis secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan menjadi risiko kesehatan jangka panjang.
- Kementerian Kesehatan merekomendasikan konsumsi minuman manis sesuai dengan anjuran kesehatan untuk memenuhi kebutuhan energi dengan aman.
RRI.CO.ID, Jakarta — Minuman manis seringkali menjadi pilihan banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari, termasuk saat bekerja. Rasanya yang manis dan menyegarkan membuat minuman tersebut dianggap dapat membantu menambah energi sekaligus meningkatkan semangat. Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi minuman manis secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pada Senin 7 September 2026, minuman manis dapat menjadi pilihan ketika tubuh membutuhkan tambahan energi, misalnya setelah melakukan aktivitas berat atau ketika seseorang tidak sempat makan. Dalam kondisi tertentu, minuman tersebut juga dapat membantu memenuhi kebutuhan energi apabila dikonsumsi sesuai dengan anjuran kesehatan.
Meski demikian, persoalan dapat muncul apabila minuman manis dikonsumsi setiap hari. Satu gelas kopi susu atau boba berukuran sedang umumnya dapat mengandung sekitar 250-500 kalori. Jumlah tersebut bahkan setara dengan kalori dalam sepiring nasi beserta lauk. Sementara itu, kalori yang berasal dari minuman tidak memberikan rasa kenyang dalam waktu lama sehingga seseorang tetap mengonsumsi makanan seperti biasa. Akibatnya, asupan kalori harian dapat menjadi berlebihan.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan berat badan sekaligus meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan bagi orang yang menjalani pekerjaan dengan lebih banyak duduk dan minim aktivitas fisik.
Upaya mengurangi konsumsi minuman manis dapat dimulai dari langkah sederhana. Seperti memesan ukuran minuman yang lebih kecil, meminta kadar gula dikurangi, serta membatasi penggunaan topping seperti boba, krim, dan sirup. Sebagai alternatif, susu rendah lemak tanpa tambahan gula, teh tanpa gula, atau infused water dapat menjadi pilihan minuman sehari-hari.
Selain memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi, masyarakat juga dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari. Di samping itu, penting untuk membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada kemasan minuman agar kandungan gula dan kalori yang dikonsumsi dapat lebih terkontrol.
Dengan demikian, minuman manis tetap dapat dikonsumsi selama jumlahnya wajar dan sesuai kebutuhan. Namun, apabila dikonsumsi setiap hari tanpa memperhatikan jumlahnya, kebiasaan tersebut justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....