Waspada, Konsumsi Minuman Manis Dapat Tingkatkan Risiko Kanker Lambung

  • 31 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan perlu mendapat perhatian. Sebuah studi kesehatan terbaru menemukan adanya kaitan antara konsumsi minuman dengan pemanis tambahan dan peningkatan risiko kanker lambung. Dilansir dari Antara, pada Minggu 30 Agustus 2026, orang yang mengonsumsi setidaknya satu minuman dengan pemanis tambahan setiap hari, memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang sangat jarang mengonsumsi minuman tersebut.

“Dalam sebuah studi baru yang hasilnya dipublikasikan di Gastro Hep Advances, ditemukan bahwa orang yang minum setidaknya satu minuman dengan pemanis tambahan per hari memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi daripada mereka yang sangat jarang meminumnya,” demikian dikutip dari Antarra.

Studi tersebut melibatkan 112.284 peserta dan mencatat 278 kasus kanker lambung. Para peneliti menggunakan data dari dua penelitian kesehatan jangka panjang di Amerika Serikat, yakni Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-up Study.

Risiko tersebut ditemukan pada perempuan maupun laki-laki. Pada perempuan, peningkatan risiko tercatat hampir tiga kali lipat, sedangkan pada laki-laki sekitar dua kali lipat. Peneliti juga menganalisis kemungkinan keterkaitan infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), yang selama ini dikenal sebagai salah satu faktor risiko kanker lambung.

Selain minuman berpemanis, penelitian turut menyoroti kandungan fruktosa yang menjadi salah satu pemanis utama dalam berbagai minuman. Asupan fruktosa yang lebih tinggi ditemukan memiliki hubungan positif dengan risiko kanker lambung pada seluruh kelompok peserta, terutama pada perempuan.

“Meski demikian, para peneliti menyerukan untuk melakukan penelitian lebih lanjut karena studi yang dilakukan masih bersifat observasional,” demikian disampaikan melalui Antara.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dan risiko kanker lambung. Namun, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan penyakit tersebut.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa sebagian besar peserta merupakan tenaga kesehatan berkulit putih yang terdaftar sebagai orang dewasa berusia 30 hingga 75 tahun. Kondisi tersebut membuat hasil penelitian masih perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui apakah temuan yang sama berlaku pada kelompok masyarakat dengan latar belakang dan usia yang lebih beragam.

Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengonsumsi minuman berpemanis. Membatasi konsumsi minuman tinggi gula dan menerapkan pola makan yang seimbang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan.

(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....