Kenali Metode RICE untuk Pertolongan Pertama setelah Cedera
- 23 Agt 2026 20:45 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Belakangan ini warganet ramai membagikan aktivitas olahraga mereka di media sosial, mulai dari lari, bersepeda, hingga padel. Tren tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menjalani pola hidup aktif dan menjaga kebugaran tubuh. Namun, di balik manfaatnya bagi kesehatan, olahraga juga memiliki risiko cedera apabila dilakukan tanpa persiapan dan teknik yang tepat.
Jenis cedera yang paling sering terjadi meliputi keseleo (sprain), cedera otot (strain), memar, hingga patah tulang. Cedera tersebut umumnya ditandai dengan sejumlah gejala, seperti nyeri, bengkak, memar, keterbatasan gerak, atau kesulitan menopang berat badan pada bagian tubuh yang cedera.
Meski tidak selalu langsung dirasakan setelah berolahraga, gejala tersebut dapat muncul beberapa jam kemudian, tergantung pada jenis dan lokasi cedera. Hal ini membuat seseorang terkadang baru menyadari adanya cedera setelah selesai berolahraga.
Untuk mengurangi risiko cedera, Kementerian Kesehatan menyarankan pemanasan selama 10–15 menit sebelum beraktivitas, menggunakan perlengkapan olahraga yang sesuai, serta menjaga asupan cairan. Selain itu, melakukan pendinginan setelah berolahraga juga penting dilakukan untuk membantu tubuh beradaptasi. Jika cedera sudah terjadi, penanganan pertama dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip RICE selama 24–48 jam pertama.
R (Rest) atau istirahat, yaitu menghentikan aktivitas olahraga dan mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera. I (Ice) atau es, dilakukan dengan mengompres area yang cedera menggunakan es yang dibungkus kain selama 15–20 menit setiap 2–3 jam untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Selanjutnya, C (Compression) atau kompresi dilakukan dengan membalut bagian yang cedera menggunakan perban elastis secukupnya untuk mengurangi pembengkakan. Lalu tahap terakhir, E (Elevation) atau elevasi dilakukan dengan meninggikan bagian tubuh yang cedera di atas posisi jantung untuk membantu mengurangi pembengkakan.
Selain menerapkan prinsip RICE, area yang baru mengalami cedera sebaiknya tidak dipijat karena dapat memperparah perdarahan dan pembengkakan. Apabila muncul nyeri yang sangat hebat, perubahan bentuk anggota tubuh, ketidakmampuan menggerakkan tubuh, mati rasa, atau pembengkakan yang semakin parah, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda cedera yang lebih serius, seperti patah tulang atau robekan ligamen.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....