Studi Baru Temukan Manfaat Zikir dan Syukur untuk Fungsi Jantung
- 20 Agt 2026 21:00 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjaga kesehatan jantung ternyata tidak hanya berkaitan dengan pola makan dan aktivitas fisik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spiritual seperti zikir dan rasa syukur juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap sistem kardiovaskular.
Studi terbaru dari Indonesia yang diterbitkan pada 2026 meneliti praktik breath dhikr pada 30 lansia di Kediri. Peserta menjalani latihan zikir yang dipadukan dengan pengaturan napas selama delapan minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada heart rate variability (HRV), indikator yang berkaitan dengan kemampuan sistem saraf otonom mengatur kerja jantung.
Peningkatan HRV, khususnya indikator yang merefleksikan aktivitas parasimpatik, menunjukkan bahwa praktik tersebut berpotensi membantu tubuh memasuki kondisi yang lebih rileks. Peneliti juga menemukan perbaikan pada sejumlah indikator psikologis dan fisiologis, termasuk stres dan kualitas tidur.
Temuan tersebut sejalan dengan penelitian mengenai rasa syukur (gratitude). Tinjauan sistematis yang diterbitkan di Frontiers in Psychology menganalisis 19 penelitian dengan hampir 3.000 peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi berbasis rasa syukur berpotensi memberikan manfaat terhadap fungsi kardiovaskular dan regulasi sistem saraf otonom.
Penelitian lain melalui FEEL Trial pada pasien hipertensi juga menemukan hasil menarik. Program spiritualitas yang mencakup rasa syukur, pengampunan, optimisme dan tujuan hidup selama 12 minggu dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik serta peningkatan fungsi endotel pembuluh darah.
Bagaimana mekanismenya? Salah satu penjelasan yang mungkin adalah pengurangan respons stres. Ketika seseorang berada dalam kondisi stres, sistem saraf simpatik dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Sebaliknya, relaksasi dan pengaturan napas dapat membantu meningkatkan aktivitas parasimpatik yang berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa bukti mengenai manfaat zikir dan syukur untuk kesehatan jantung masih berkembang. Studi breath dhikr di Kediri, misalnya, melibatkan jumlah peserta yang relatif kecil dan belum menggunakan kelompok kontrol, sehingga belum cukup untuk membuktikan hubungan sebab-akibat secara pasti.
Karena itu, zikir dan rasa syukur tidak dapat menggantikan pengobatan medis bagi penderita penyakit jantung atau hipertensi. Keduanya lebih tepat dipandang sebagai aktivitas pendukung yang berpotensi membantu pengelolaan stres dan kesehatan secara menyeluruh.
Pesannya sederhana: merawat jantung bukan hanya tentang apa yang kita makan dan seberapa sering kita berolahraga. Menjaga ketenangan pikiran, mengelola stres, berzikir dan membangun kebiasaan bersyukur juga berpotensi menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....