Pengaruh Asupan Serat Terhadap Kualitas Tidur
- 08 Jul 2026 14:51 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup ternyata tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan sistem pencernaan. Konsumsi serat juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, serta menurunkan risiko mengalami gangguan tidur.
Dilansir dari Antara, berdasarkan hasil studi yang ditulis oleh dietisien Jullian Kubala, kualitas tidur memiliki kaitan erat dengan peran serat dalam memengaruhi kesehatan usus, produksi neurotransmiter, hingga kestabilan kadar gula darah.
Serat bekerja dengan cara memberi makan bakteri baik yang berada di dalam usus besar. Bakteri-bakteri baik ini nantinya akan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berfungsi meminimalkan risiko peradangan. Tingkat peradangan yang tinggi di dalam tubuh selama ini kerap dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk penurunan kualitas tidur dan gangguan tidur seperti insomnia.
Selain itu, asupan serat yang tinggi juga dilaporkan dapat memengaruhi produksi neurotransmiter yang terlibat dalam pengaturan pola tidur, salah satunya adalah serotonin. Serotonin merupakan zat prekursor bagi melatonin, yaitu hormon yang bertanggung jawab penuh dalam mengatur siklus tidur dan bangun manusia. Mengingat sekitar 90 persen produksi serotonin berada di area usus, maka menjaga kesehatan usus dengan mengonsumsi banyak serat menjadi poin yang sangat penting.
| Baca juga: Tips Mengembalikan Pola Makan usai Lebaran |
Menambahkan lebih banyak porsi serat ke dalam menu makanan harian juga efektif untuk menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan manajemen gula darah secara menyeluruh. Fluktuasi atau naik-turunnya kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat berdampak signifikan, karena memicu frekuensi terbangun yang lebih sering pada malam hari. Serat bekerja memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula ke aliran darah, sehingga lonjakan maupun penurunan drastis kadar gula darah dapat dicegah.
Di samping memenuhi kebutuhan serat tubuh, para ahli menyarankan untuk menetapkan jadwal tidur yang konsisten setiap hari, menerapkan rutinitas malam yang menenangkan, membatasi waktu penggunaan layar perangkat elektronik, serta mengupayakan kondisi kamar tidur tetap sejuk, gelap, nyaman, dan tenang guna membantu meningkatkan kualitas tidur secara optimal.
(Maria Angela Santa Natahsya Renggi - Universitas Bunda Mulia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....