Penyalahgunaan Tramadol Ancam Kesehatan Remaja
- 30 Jul 2026 15:26 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Penyalahgunaan Tramadol Ancam Kesehatan Remaja
Penyalahgunaan obat Tramadol menjadi ancaman serius bagi kesehatan remaja. Obat yang seharusnya digunakan sebagai pereda nyeri dengan resep dokter itu kini kerap disalahgunakan untuk memperoleh efek semangat sesaat hingga memicu ketergantungan.
Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Indri Mulyani Benyamin, mengatakan Tramadol merupakan obat keras golongan opioid yang hanya boleh digunakan untuk pasien dengan nyeri sedang hingga berat sesuai indikasi medis. Penggunaan tanpa pengawasan dokter berisiko menimbulkan berbagai efek samping, mulai dari mual, pusing, hingga ketergantungan dan gangguan pernapasan yang dapat berujung pada kematian.
| Baca juga: KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai MBDK |
"Remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan menyalahgunakan Tramadol karena tergiur efek euforia dan rasa percaya diri yang muncul sesaat setelah mengonsumsinya. Obat tersebut juga kerap digunakan sebelum aksi tawuran karena dianggap mampu meningkatkan keberanian, meski bukan menjadi penyebab utama terjadinya tawuran." Ujar Indri dalam dialog bersama RRI, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menambahkan, penggunaan Tramadol dalam jangka panjang dapat memicu gangguan mental. Bahkan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menerima laporan mengenai remaja yang mengalami gangguan kejiwaan berat setelah mengalami ketergantungan akibat mengonsumsi Tramadol secara berlebihan.
Untuk menekan penyalahgunaan obat tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membentuk Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Balai Besar POM, Satpol PP, kepolisian, serta sejumlah perangkat daerah lainnya. Tim ini bertugas memperkuat pengawasan sekaligus menindak peredaran Tramadol ilegal di wilayah Jakarta.
Selain penindakan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Hingga pertengahan 2026, lebih dari 8.000 pelajar, mahasiswa, dan komunitas remaja telah mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan Tramadol dan pentingnya penggunaan obat secara benar.
Indri mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih memperhatikan perubahan perilaku anak, seperti mudah gelisah atau menunjukkan tanda-tanda ketergantungan. Ia juga mengajak masyarakat segera melaporkan jika menemukan praktik penjualan Tramadol secara ilegal kepada pihak berwenang agar peredarannya dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....