Musim Kemarau, Praktisi Ingatkan Risiko Pneumonia Meningkat

  • 23 Jul 2026 15:43 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Musim kemarau meningkatkan risiko pneumonia karena udara kering dan paparan debu yang mengiritasi saluran pernapasan.
  • Cuaca panas bukan penyebab langsung pneumonia, tetapi kondisi lingkungan yang kering menciptakan faktor risiko untuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
  • Infeksi saluran pernapasan yang tidak ditangani dengan baik atau terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah dapat menyebar ke paru-paru dan berkembang menjadi pneumonia.

RRI.CO.ID, Jakarta – Musim kemarau dapat meningkatkan risiko kasus pneumonia akibat kondisi udara yang lebih kering dan berdebu. Namun, cuaca panas bukan menjadi penyebab langsung penyakit tersebut.

Praktisi Kesehatan Masyarakat, Dr. Ngabila Salama menjelaskan, udara kering dan paparan debu saat musim kemarau dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Jika tidak ditangani dengan baik atau terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, infeksi tersebut dapat menyebar ke paru-paru dan berkembang menjadi pneumonia.

"Musim kemarau memang bisa berkontribusi terhadap meningkatnya kasus pneumonia, tetapi bukan karena cuaca panas langsung menyebabkan pneumonia. Saat kemarau, udara cenderung lebih kering dan berdebu sehingga saluran napas menjadi lebih mudah teriritasi," ujar Ngabila.

Selain udara kering, kualitas udara yang memburuk akibat debu, polusi, maupun asap pembakaran juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kelompok yang paling rentan mengalami pneumonia adalah balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan paru.

Ngabila mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala infeksi saluran pernapasan, terutama jika disertai tanda-tanda yang mengarah pada pneumonia. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih berat.

"Bila batuk disertai demam tinggi, napas cepat atau sesak, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan dan jangan menunggu sampai berat," tutup Ngabila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....