Pentingnya Persiapan dan Konsultasi Matang sebelum Menjalani Operasi Plastik
- 15 Jun 2026 14:12 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Persiapan yang matang dan konsultasi menyeluruh menjadi tahapan penting yang perlu dilakukan sebelum menjalani operasi plastik atau prosedur estetik. Langkah tersebut dinilai dapat membantu calon pasien memahami kebutuhan, risiko, hingga menentukan waktu terbaik untuk menjalani tindakan medis.
Konsultan estetik dan bedah plastik, Meta Alia, mengatakan bahwa calon pasien umumnya tidak langsung memutuskan menjalani operasi setelah berkonsultasi. Sebagian besar akan mencari berbagai referensi, membandingkan hasil tindakan, serta mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum mengambil keputusan.
"Mereka biasanya searching dulu, melihat bukti hasilnya, memahami risikonya, kemudian memantapkan hati. Jadi tidak langsung memutuskan untuk operasi," ujar Meta dalam wawancara di RRI Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, konsultasi menjadi kesempatan bagi calon pasien untuk mengetahui prosedur yang paling sesuai dengan kondisi wajah maupun kebutuhan masing-masing. Hal ini penting karena setiap orang memiliki fokus perbaikan yang berbeda, mulai dari hidung, mata, hingga tindakan anti-aging.
Meta menambahkan, tidak sedikit calon pasien yang membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum akhirnya memutuskan menjalani prosedur estetik. Bahkan, ada yang baru mengambil keputusan setahun setelah konsultasi pertama karena masih mempertimbangkan berbagai aspek.
Selain kesiapan mental, calon pasien juga perlu memperhatikan jadwal tindakan, terutama jika memilih operasi di luar negeri. Meta menyarankan agar proses pemesanan jadwal dilakukan setidaknya tiga hingga empat bulan sebelumnya agar mendapatkan waktu operasi sesuai keinginan.
"Kalau ingin memilih tanggal yang diinginkan, sebaiknya melakukan persiapan minimal tiga bulan sebelumnya. Bahkan empat sampai lima bulan lebih aman karena menyesuaikan jadwal dokter yang cukup padat," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami proses pemulihan setelah operasi. Menurutnya, pasien harus mengetahui kemungkinan munculnya memar, pembengkakan, maupun tahapan penyembuhan lainnya sehingga memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hasil tindakan.
Lebih lanjut, Meta menilai tujuan menjalani operasi plastik sebaiknya bukan untuk mengubah identitas wajah secara drastis, melainkan memperbaiki bagian tertentu yang dianggap kurang atau mengalami penuaan. Konsep kecantikan yang natural, menurutnya, tetap menjadi pilihan terbaik agar hasil tindakan terlihat harmonis.
"Fokusnya adalah memperbaiki, bukan mengubah. Karena itu, konsultasi yang matang sangat penting agar prosedur yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan dan hasilnya tetap natural," ujarnya.
Meta berharap masyarakat yang tertarik menjalani operasi plastik tidak hanya mempertimbangkan tren, tetapi juga memprioritaskan keamanan, kesehatan, dan konsultasi dengan tenaga profesional agar memperoleh hasil yang optimal sekaligus meminimalkan risiko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....