Pendekatan Tim Medis Multidisiplin Perkuat Akurasi Penanganan Kanker
- 25 Mei 2026 07:59 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pendekatan tim medis multidisiplin atau Multidisciplinary Team (MDT) dinilai krusial untuk memperkuat akurasi penanganan kanker, guna menentukan terapi yang tepat dan aman bagi pasien. Pakar onkologi dari The University of Texas MD Anderson Cancer Center, Prof. Banu Arun, mengatakan bahwa penanganan kanker tidak dapat diputuskan hanya oleh satu spesialisasi medis.
“Manajemen kanker menjadi sangat rumit berdasarkan karakteristik mutasi dan banyaknya ketersediaan obat baru. Proses multidisiplin menjadi sangat penting karena pasien berada di tengah, dan kita semua bekerja bersama sebagai tim untuk meningkatkan hasil pengobatan terbaik yang terpersonalisasi,” ujar Banu, dalam forum The 6th Siloam Oncology Summit 2026, di Jakarta, dilansir dari Antara, pada Sabtu 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa melalui panel MDT, para dokter onkologi medis, bedah, onkologi radiasi, serta disiplin pendukung, seperti patologi molekuler, farmasi, genetika, dan pencitraan medis dapat berdiskusi menentukan urutan terapi yang paling sesuai bagi pasien. Tim tersebut akan melakukan kajian secara komprehensif terhadap keperluan penanganan pasien. Seperti operasi, kemoterapi, terapi target, dan lain sebagainya. Ia pun menyarankan agar Indonesia memanfaatkan teknologi untuk menerapkan konsep MDT di tengah tantangan ketimpangan fasilitas kesehatan.
“Jika di suatu institusi kekurangan dokter spesialis tertentu, mereka bisa bermitra dengan rumah sakit lain yang memiliki teknologi dan dokter ahli untuk melakukan konferensi klinis bersama,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur RS MRCCC Siloam Semanggi, dr. Adityawati Ganggaiswari, mengatakan bahwa kolaborasi lintas profesi menjadi kunci dalam upaya pemerataan pengetahuan klinis hingga ke daerah. Menurutnya, konsep multidisiplin tidak hanya melibatkan dokter spesialis, tetapi juga perawat onkologi, fisikawan medis, hingga radiografer.
“Penanganan kanker tidak bisa hanya dilakukan oleh satu atau dua rumah sakit saja, terutama jika kita bicara tentang pasien dari daerah lain yang aksesnya tidak mudah,” kata Adityawati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....