23 Kasus Hantavirus Ditemukan di Indonesia, Jakarta Waspada
- 08 Mei 2026 21:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 23 kasus positif Hantavirus ditemukan di Indonesia sejak 2024 hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Kasus Hantavirus kembali menjadi perhatian setelah wabah penyakit tersebut dilaporkan terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik dan menewaskan tiga penumpang.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman mengatakan, saat ini terdapat dua kasus suspek Hantavirus yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kasus suspek berada di DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Aji dalam keterangannya, Kamis (8/5/2026).
Data Kemenkes menunjukkan, DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus tertinggi bersama DI Yogyakarta, yakni masing-masing enam kasus. Sementara Jawa Barat tercatat lima kasus.
Adapun kasus lainnya ditemukan di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularan umumnya terjadi akibat manusia menghirup udara yang telah terkontaminasi urin, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi virus.
Kemenkes menegaskan, penularan Hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi. Sebagian besar kasus berasal dari paparan lingkungan yang tidak higienis dan memiliki populasi tikus tinggi.
Di Indonesia, kasus yang ditemukan didominasi tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu jenis Hantavirus yang menyerang ginjal.
Gejala awal penyakit ini menyerupai flu, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga muntah. Pada kondisi berat, penderita dapat mengalami gangguan pernapasan dan penurunan fungsi ginjal.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, maupun area lembap yang jarang dibuka.
Kemenkes mengimbau masyarakat tidak membersihkan kotoran tikus dengan cara disapu karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.
Pembersihan disarankan menggunakan cairan disinfektan terlebih dahulu, kemudian dilap menggunakan kain basah sambil memakai masker dan sarung tangan.
Selain menjaga kebersihan rumah, masyarakat juga diminta menutup akses masuk tikus, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, dan rutin membuang sampah untuk mengurangi risiko penularan Hantavirus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....