Sejak 2026, Pemkot Jakbar Layani 30.895 Pasien Terduga TBC
- 06 Jun 2026 16:26 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat terus menggencarkan upaya penanganan tuberkulosis (TBC) guna mendukung target eliminasi penyakit tersebut di DKI Jakarta pada 2030.
Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna, mengatakan berdasarkan data monitoring program pelayanan kesehatan TBC periode 1 Januari hingga 31 Mei 2026, sebanyak 30.859 pasien terduga TBC telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
“Dalam periode lima bulan pertama tahun 2026, cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC di Jakarta Barat telah menjangkau 4.438 pasien,” kata Sahruna saat dikonfirmasi, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurut Sahruna, jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan data per 15 April 2026 yang mencatat 3.027 kasus TBC terdeteksi. Peningkatan itu menjadi bagian dari upaya mengejar target penemuan 11.955 kasus TBC di Jakarta Barat sepanjang tahun ini.
Ia menilai, angka temuan kasus diperkirakan masih akan terus bertambah seiring gencarnya pelaksanaan deteksi dini di tengah masyarakat.
“Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring deteksi yang dilakukan sebagai upaya pemenuhan target eliminasi TBC,” ujarnya.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Sudinkes Jakarta Barat menerapkan dua strategi, yakni penemuan kasus secara aktif dan pasif.
Penemuan aktif dilakukan melalui skrining kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pelibatan kader TBC yang turun langsung ke masyarakat.
Sementara itu, penemuan pasif dilakukan melalui pemeriksaan terhadap warga yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan dengan gejala yang mengarah pada TBC.
“Upaya penemuan kasus secara aktif dilakukan melalui skrining kesehatan, CKG di masyarakat, dan kegiatan kader TBC di lapangan. Sedangkan secara pasif berasal dari suspek yang datang ke fasilitas kesehatan,” katanya.
Sahruna menjelaskan, seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta Barat menerapkan prosedur diagnostik yang cepat dan tepat untuk memastikan kasus TBC. Pemeriksaan dilakukan melalui tes dahak dan radiologi atau X-ray sesuai indikasi medis.
Selain memastikan penemuan kasus, Sudinkes Jakarta Barat juga menjamin seluruh pasien yang terdata dalam program pengobatan memperoleh layanan sesuai standar yang berlaku.
“Kami melakukan pemantauan kepatuhan minum obat secara berkala. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TBC,” ucapnya.
Sebagai langkah pencegahan penularan, kontak erat pasien yang dinyatakan sehat diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) guna menurunkan risiko terinfeksi penyakit tersebut.
Di samping upaya kuratif dan preventif, Sudinkes Jakarta Barat terus menggencarkan promosi kesehatan kepada masyarakat melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sosialisasi etika batuk, pemberian imunisasi, serta penyebarluasan informasi mengenai layanan kesehatan bagi warga yang mengalami gejala TBC.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....