Mengenal OCD: Gangguan Mental Mengganggu Pikiran Hingga Perilaku

  • 28 Apr 2026 21:31 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Obsessive Compulsive Disorder atau dikenal dengan sebutan OCD, merupakan gangguan kesehatan mental yang memengaruhi pemikiran dan perilaku penderitanya. Gangguan ini umumnya menyerang anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dengan pria lebih rentan dibandingkan perempuan.

Dilansir dari laman resmi halodoc.com pada Selasa, 28 April 2026, OCD menyebabkan pengidapnya mengalami pemikiran dan dorongan yang tak dapat dikontrol sehingga memunculkan sifat obsesi serta perilaku kompulsif. Obsesi merupakan pikiran atau dorongan yang muncul berulang kali karena dipicu oleh kecemasan, sedangkan kompulsif adalah tindakan ritualistik yang dilakukan secara khusus dan berulang untuk meredakannya.

Beberapa teori menyebutkan bahwa OCD disebabkan oleh faktor biologis, genetik, dan perilaku yang dipelajari. Faktor biologis berkaitan dengan perubahan kimiawi alami dari tubuh dan fungsi otak, sementara itu, faktor genetik belum diketahui gen spesifiknya. Ketakutan obsesif dan perilaku kompulatif juga bisa dipelajari melalui dari hasil pengamatan secara bertahap dari waktu ke waktu, sering kali tanpa disadari.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko OCD mencakup riwayat gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, atau penyalahgunaan zat tertentu. Riwayat gangguan OCD yang diturunkan dari anggota keluarga juga meningkatkan kerentanan. Selain itu, kepribadian seseorang yang rapi, teliti, dan metodis yang disertai kecemasan serta rasa tanggung jawab tinggi dapat memicu gejala OCD.

Gejala OCD bisa datang dan pergi seiring berjalannnya waktu, pada kondisi yang parah memicu munculnya obsesi berlebih yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Diagnosis OCD dimulai dengan pemeriksaan fisik, diikuti evaluasi lanjutan oleh dokter.

Bagi pengidap yang terkonfirmasi gejala OCD ini, akan menjalankan berbagai pengobatan yang meliputi, psikoterapi untuk membantu mengubah pola pikir, teknik relaksasi, serta obat-obatan hasil resep dokter guna membantu mengendalikan obsesi pengidap. Selain itu, ada neuromodulasi serta stimulasi magnetik transkranial juga menjadi saran mengobatan penyakit OCD. Untuk mencegah OCD, lakukan pola hidup yang sehat guna mengurangi stres berlebih, serta terapkan teknik mindful acceptance yaitu menerima pikiran tanpa bereaksi berlebih.

(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....