Satu Hari Satu Data: Merokok Renggut Nyawa Setiap 4 Detik, Saatnya Berhenti

  • 26 Apr 2026 13:42 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Setiap 4 detik satu nyawa hilang akibat rokok, sementara berhenti merokok membutuhkan dukungan, strategi, dan komitmen yang kuat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap empat detik, satu nyawa melayang akibat rokok. Artinya, dalam waktu Anda membaca berita ini, sudah ada beberapa orang di dunia yang kehilangan hidupnya karena kebiasaan yang kerap dianggap sepele.

Data ini dibagikan oleh dokter spesialis paru, Prof. Erlina Burhan, pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus praktisi di RSUP Persahabatan, melalui akun Instagram pribadinya yang aktif mengedukasi masyarakat tentang kesehatan paru.

Melalui unggahannya, dr. Erlina mengajak publik melihat fakta secara lebih nyata. Jika dihitung, ratusan orang meninggal setiap jam akibat rokok. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi gambaran nyata dari risiko yang sering diabaikan.

Di sisi lain, banyak perokok sebenarnya memiliki keinginan untuk berhenti. Namun, ketergantungan nikotin membuat proses tersebut tidak mudah dan membutuhkan lebih dari sekadar niat.

Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2019 menunjukkan, 81,1 persen remaja perokok ingin berhenti, tetapi hanya sebagian kecil yang mendapatkan dukungan. Sementara laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) 2023 mencatat tingkat keberhasilan berhenti merokok masih rendah, berkisar antara 4,6 hingga 10,8 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa berhenti merokok adalah proses yang membutuhkan strategi, dukungan lingkungan, dan komitmen yang kuat. Tanpa itu, banyak orang terjebak dalam siklus yang sulit diputus.

Meski demikian, harapan tetap ada. Banyak mantan perokok berhasil membuktikan bahwa perubahan itu mungkin. Berhenti merokok bukan hanya soal kesehatan diri, tetapi juga tentang melindungi orang-orang di sekitar dari risiko yang sama.

Pada akhirnya, setiap keputusan kecil untuk berhenti hari ini bisa menjadi langkah besar untuk masa depan. Karena di balik setiap batang rokok, ada risiko yang tidak pernah benar-benar kecil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....