RS Premier Bintaro Hadirkan Teknologi ROSA untuk Operasi Lutut Lebih Presisi
- 17 Agt 2026 17:17 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - RS Premier Bintaro menghadirkan ROSA® (Robotic Surgical Assistant), teknologi robotik yang dirancang untuk membantu dokter dalam melakukan operasi lutut dengan pengukuran, perencanaan, dan panduan berbasis data. Teknologi tersebut diperkenalkan melalui acara “ROSA® Robotic Surgical Assistant: Safer & Smarter Knee Surgery”.
Dalam kegiatan tersebut, perkembangan teknologi robotik dalam operasi lutut hingga proses pemulihan pasien dibahas dalam sesi talk show bersama dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL, Hip and Knee Surgeon, dan dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR, Subsp. KR(K), Consultant Rehabilitation Medicine Physician.
Kegiatan tersebut turut dihadiri CEO RS Premier Bintaro dr. Relia Sari, MARS, Ketua Komite Medik RS Premier Bintaro dr. Bambang Tutuko, Sp.An-KIC, serta Country CEO – Asia OneHealthcare Indonesia Aloysius Maximilian.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RS Premier Bintaro Andito Wibisono menjelaskan ROSA® bukan teknologi yang menggantikan dokter, melainkan berfungsi sebagai asisten yang memberikan dukungan data dan pengukuran selama proses operasi.
“Teknologi robotik bukan untuk menggantikan peran dokter. Justru teknologi ini hadir sebagai assistant yang membantu dokter dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan dengan dukungan data serta perencanaan yang lebih detail,” ujar dr. Andito, melalui keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurutnya, teknologi tersebut membantu dokter melakukan perencanaan operasi berdasarkan kondisi anatomi masing-masing pasien. Hal itu menjadi penting karena bentuk dan karakteristik lutut setiap pasien berbeda.
Dengan dukungan ROSA®, dokter dapat memperoleh informasi dan pengukuran selama prosedur untuk membantu melakukan tindakan secara lebih terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Lebih lanjut dr. Andito menyebut terdapat sejumlah keunggulan ROSA® sebagai teknologi pendukung dalam operasi lutut. Pertama, teknologi tersebut membantu dokter dalam melakukan perencanaan dan penempatan implan atau sendi buatan secara lebih terukur.
Kedua, ROSA® membantu menyesuaikan perencanaan operasi dengan bentuk dan karakteristik anatomi lutut masing-masing pasien. Ketiga, dukungan data dan pengukuran selama prosedur membantu dokter mencapai keseimbangan sendi sesuai target tindakan dan kondisi pasien.
Keempat, tindakan yang lebih terukur dan disesuaikan dengan kondisi pasien dapat mendukung proses pemulihan fungsi lutut setelah operasi. Dengan demikian, penggunaan ROSA® mencakup dukungan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan operasi, sementara keahlian dan keputusan dokter tetap menjadi faktor utama dalam tindakan medis.
Penanganan masalah lutut tidak berhenti pada tindakan operasi. Proses rehabilitasi menjadi bagian penting untuk membantu pasien mengembalikan fungsi lutut dan menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam sesi talk show bersama dr. Anita Ratnawati. Menurutnya, kolaborasi antara dokter bedah dan dokter rehabilitasi diperlukan dalam penanganan pasien, mulai dari persiapan sebelum operasi hingga program pemulihan setelah tindakan.
“Setiap pasien memiliki target aktivitas dan kondisi yang berbeda. Karena itu, rehabilitasi perlu dipersiapkan sejak awal agar program pemulihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien,” kata dr. Anita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....