Pare dan Khasiatnya bagi Kesehatan Tubuh

  • 20 Apr 2026 19:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pare merupakan tanaman merambat dengan buahnya yang berbentuk seperti timun, berwarna hijau terang, dan bertekstur bergelombang. Sayuran ini kaya akan manfaat bagi kesehatan, meski rasanya cenderung pahit. Pare kerap kali dijadikan bahan masakan oleh masyarakat Indonesia.

Dilansir dari laman resmi halodoc.com pada Senin 20 April 2026, di beberapa negara, pare atau Momordica Charantia digunakan sebagai pengobatan tradisional, seperti obat pencahar, obat cacing, obat diabetes, asam urat, serta liver. Umumnya, pare terbagi menjadi dua jenis, yakni pare putih dan pare hitam.

Pare putih sering ditemukan di berbagai swalayan, dengan kulit berwarna hijau terang dan rasanya yang pahit. Sementara pare hitam, ia memiliki ukuran yang lebih kecil dengan kulit berwarna hitam keunguan, dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Studi dalam Journal of Ethnopharmacology pada 2018, menunjukan bahwa pare memiliki efek positif dalam mengendalikan gula darah. Pare dapat menurunkan kadar gula pada penderita diabetes tipe 2 karena senyawanya yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga metabolisme glukosa dalam tubuh.

Vitamin C dalam pare juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh akan terlindungi dari radikal bebas yang dapat merusak sel. Penelitian di Food Research International tahun 2022, menyatakan bahwa konsumsi pare dapat meningkatkan produksi sel darah putih untuk melawan patogen dan infeksi.

Menurut Journal of Medicinal Food , kandungan serat pare bantu menjaga kesehatan pencernaan, sehingga tubuh akan terdetoksifikasi, dan mengeluarkan zat berbahaya dari sistem pencernaan. Bagi penderita jantung, studi di The American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa pare bisa menurunkan kadar kolesterol.

Pare juga membantu mengatasi obesitas, seperti yang disebutkan dalam Phytotherapy Research pada 2018. Ekstrak pare dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dan mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh.

Untuk mengurangi rasa pahitnya, buang biji bagian dalam pare, lalu rendam dengan air garam selama 15-30 menit, setelah itu masak dengan bumbu seperti bawang putih, jahe, serta kecap agar rasanya lebih seimbang. Konsumsi pare juga harus diperhatikan, karena berlebihan bisa menyebabkan efek samping seperti diare atau sakit perut. Cukup konsumsi dengan jumlah yang wajar dan rasakan manfaat baik untuk tubuh.

(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Unniversitas Ibnu Chaldun Jakarta)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....