Minyak Jelantah Picu Risiko Kanker dan Obesitas

  • 10 Apr 2026 15:22 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang digunakan berulang kali, mengandung senyawa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Proses pemanasan berulang dapat mengubah warna minyak secara spesifik dan menimbulkan bau tengik.

Dilansir dari laman resmi halodoc.com pada Kamis, 9 April 2026, penggunaan minyak jelantah picu berbagai risiko kanker. Hal ini disebabkan oleh senyawa berbahaya seperti akrolein dan polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH), yang dikenal sebagai karsinogen.

Senyawa tersebut masuk ke tubuh melalui makanan yang digoreng, lalu menyerang sel-sel sehat. Akibatnya, tubuh rentan terkena penyakit jantung, stroke, dan gangguan sirkulasi darah lainnya.

Tidak hanya itu, kadar lemak trans dan kalori pada minyak jelantah memicu obesitas. Makanan yang dikonsumsi akan kehilangan manfaat gizi optimal karena kandungan vitamin dan antioksidannya menurun drastis.

Bakteri Clostridium botulinum dapat berkembang biak dan menginfeksi lambung serta usus. Penumpukan bakteri tersebut menyebabkan rasa mual, diare, serta peradangan pencernaan.

Untuk mengurangi dampaknya, perlu perhatikan penggunaan minyak goreng maksimal dua kali. Saring minyak setelah digunakan untuk memperlambat kerusakannya.

(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....