Benarkah Gen Z Menua Lebih Cepat? Ini Faktanya
- 14 Sep 2026 08:42 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Benarkah Gen Z Menua Lebih Cepat? Ini Faktanya
RRI.CO.ID, Jakarta - Benarkah generasi muda, termasuk Gen Z, mengalami penuaan lebih cepat dibanding generasi sebelumnya? Pertanyaan ini muncul setelah penelitian terbaru menemukan adanya perbedaan usia biologis antargenerasi yang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit pada usia lebih muda.
Penelitian yang dilakukan tim Washington University School of Medicine di St. Louis dan diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine menemukan bahwa generasi yang lahir lebih baru menunjukkan tanda-tanda penuaan biologis yang lebih cepat dibanding generasi sebelumnya pada usia kronologis yang sama.
Namun, istilah “menua lebih cepat” tidak berarti Gen Z secara fisik pasti terlihat lebih tua. Peneliti membedakan usia kronologis, yaitu usia berdasarkan tahun kelahiran, dengan usia biologis, yang menggambarkan kondisi tubuh berdasarkan berbagai indikator kesehatan dan fungsi biologis.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data lebih dari 154 ribu orang dewasa muda dari UK Biobank serta lebih dari 10 ribu peserta dari program All of Us di Amerika Serikat. Mereka menggunakan sejumlah indikator biologis untuk memperkirakan tingkat penuaan tubuh secara sistemik maupun pada organ tertentu.
Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang cukup mencolok pada kelompok kelahiran yang lebih muda. Peserta di Amerika Serikat yang lahir pada 1990–1999 memiliki tingkat penuaan sistemik yang lebih tinggi dibanding mereka yang lahir pada 1965–1969 ketika dibandingkan pada usia kronologis yang sama.
Temuan tersebut juga dikaitkan dengan risiko kanker onset dini, yakni kanker yang didiagnosis pada usia 55 tahun atau lebih muda. Peneliti menemukan bahwa kelompok dengan penuaan sistemik lebih tinggi memiliki risiko kanker solid onset dini yang lebih besar. Peningkatan risiko terutama terlihat pada kanker paru, saluran pencernaan, dan kanker rahim.
Lantas, apa penyebabnya? Penelitian ini belum menetapkan satu penyebab tunggal. Para peneliti menyebut berbagai faktor gaya hidup dan lingkungan kemungkinan berperan, termasuk obesitas, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik, serta kualitas pola makan. Faktor-faktor tersebut dapat berinteraksi dan meninggalkan dampak biologis dalam tubuh.
Karena itu, temuan tersebut bukan berarti seluruh Gen Z akan mengalami penuaan lebih cepat. Penelitian lebih tepat dipahami sebagai bukti bahwa generasi yang lebih muda menunjukkan pola penuaan biologis yang berbeda dan perlu diteliti lebih lanjut. Para peneliti berharap pemahaman mengenai usia biologis dapat membantu mengidentifikasi risiko penyakit lebih awal sekaligus mendorong strategi pencegahan sejak usia muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....