Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

  • 04 Mar 2026 17:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Di era digital saat ini, gangguan penglihatan menjadi masalah serius akibat paparan layar gadget berjam-jam. Vitamin A pada wortel dapat membantu meningkatkan kesehatan mata dalam bentuk retinol.

Dilansir dari laman resmi hellosehat.com pada Rabu, 4 Maret 2026, kandungan beta-karoten dan lutein merupakan antioksidan yang membantu mencegah kerusakan pada mata. Tidak hanya wortel, kandungan beta-karoten juga terdapat pada labu kuning dan ubi yang memiliki warna cenderung oranye.

Zat lain seperti lutein dan zeaxanthin juga dapat meningkatkan kualitas penglihatan dalam kondisi minim cahaya. Menurut The American Optometric Association, dibutuhkan sekitar 10 mg lutein dan 2 mg zeaxanthin per hari. Kedua zat ini banyak ditemukan pada sayuran hijau seperti bayam, daun kale, dan brokoli.

Penelitian mengungkapkan bahwa asam lemak omega-3 seperti DHA, EPA, dan ALA dapat meningkatkan kesehatan mata. Omega-3 baik untuk menjaga fungsi penglihatan bayi dalam kandungan, sementara bagi orang dewasa, zat ini dapat mengurangi risiko penurunan fungsi otak dan sindrom mata kering.

Ikan seperti tuna, salmon, serta mackerel kaya akan omega-3. Kacang-kacangan seperti mede, almond, dan terutama walnut juga mengandungnya.

Untuk menjaga fungsi mata agar tetap sehat, konsumsi makanan tinggi asam lemak omega-3, zinc, vitamin A, vitamin C, vitamin E, serta karotenoid. Hindari paparan asap rokok, selain merusak paru-paru, asap tersebut dapat memicu degenerasi makula, katarak, glaukoma, retinopati diabetik, hingga sindrom mata kering.

Gunakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, terutam saat cuaca terik, untuk melindungi mata dari paparan sinar UV matahari. Atur pencahayaan ruangan dan batasi waktu melihat layar gadget guna mengurangi risiko mata lelah, kering, dan tegang.

Istirahat cukup juga penting agar mata tida kering, memerah, atau gatal akibat produksi air mata yang berkurang. Pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan untuk memantau kemampuan penglihatan dan mendeteksi adanya masalah mata sejak dini.

(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....