Makanan Berlemak Tinggi Picu Radang Tenggorokan saat Puasa
- 23 Feb 2026 14:12 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Radang tenggorokan menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dikeluhkan selama bulan puasa. Kerap kali hal ini dipicu oleh dehidrasi, perubahan pola makan, dan faktor infeksi.
Dilansir dari laman resmi halodoc.com pada Senin, 23 Februari 2026, konsumsi gorengan berlebih saat berbuka menjadi pemicu utama radang tenggorokan. Makanan berminyak ini mengakibatkan iritasi pada tenggorokan karena kandungan lemak yang tinggi, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman hingga radang.
Kurangnya asupan cairan juga dapat menyebabkan dehidrasi yang membuat tenggorokan terasa kering, gatal, dan rentan iritasi. Menu sahur yang tidak sehat, seperti makanan pedas dan asam, semakin memperburuk kondisi ini.
Berpuasa juga dapat memicu produksi asam lambung berlebih karena perut kosong. Hal ini menyebabkan GERD, dimana asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi pada tenggorokan.
Selain itu, infeksi bakteri dari tempat-tempat ramai dan mengabaikan kebersihan diri dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri juga menjadi penyebab radang tenggorokan. Oleh karena itu perlu rajin mencuci tangan dan mengindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.
Maka penting untuk menjaga kesehatan tubuh agar lebih nyaman dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan rajin konsumsi olahan sehat seperti aneka rebusan dan kukusan dapat mengurangi risiko iritasi tenggorokan.
Selain itu konsumsi menu seimbang berisi buah, sayur, dan protein rendah lemak untuk sahur dan berbuka. Serta pastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup saat menjalankan ibadah puasa yakni 8 gelas per hari–2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur.
(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....